Newestindonesia.co.id, Saham chip raksasa teknologi Nvidia mengalami salah satu penurunan terbesar sejak musim semi tahun lalu, menyeret pasar saham AS lebih rendah pada hari Kamis (26/2). Penurunan tajam ini terjadi meskipun banyak saham lainnya di Wall Street justru mencatat kenaikan.
Pergerakan ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence / AI) dan ketidakpastian yang terus membayangi ekonomi global.
Nvidia: Penurunan Terburuk dalam Beberapa Bulan
Saham Nvidia turun tajam mencapai sekitar 5,5%, mencatat hari perdagangan terburuk sejak April lalu. Penurunan ini berdampak signifikan pada indeks S&P 500, di mana saham Nvidia sendirian bertanggung jawab atas lebih dari 80% penurunan indeks tersebut.
Analis pasar mengatakan bahwa meskipun Nvidia melaporkan pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat pada kuartal terakhir, optimisme terhadap teknologi AI mulai mereda. Banyak investor mulai mempertanyakan apakah hype AI masih sejalan dengan potensi keuntungan jangka panjang perusahaan-perusahaan teknologi.
“Investor sedang mengevaluasi kembali ekspektasi mereka terhadap pertumbuhan di sektor teknologi tinggi, khususnya dalam AI. Ini menciptakan volatilitas di saham-saham yang sebelumnya menjadi motor pasar,” ujar Maria Thompson, Analis Senior di MarketWatch Insights.
Dampak pada Indeks Saham
Pada penutupan perdagangan:
- S&P 500 turun sekitar 0,5%, sebagian besar karena tekanan dari Nvidia.
- Nasdaq Composite juga melemah sekitar 1,2%.
- Sementara itu, Dow Jones Industrial Average justru mencatat kenaikan tipis sekitar 17 poin, mencerminkan kinerja lebih baik dari saham industri dan non-teknologi.
Meskipun begitu, data perdagangan menunjukkan bahwa lebih banyak saham yang naik daripada yang turun secara keseluruhan, tanda bahwa sentimen pasar masih campur aduk antara optimisme dan kekhawatiran.
Faktor Eksternal yang Memengaruhi Pasar
Selain tekanan dari sektor teknologi, komoditas lain seperti minyak mentah juga mencatat pergerakan harga yang sensitif terhadap dinamika geopolitik. Isu hubungan antara Amerika Serikat dan Iran dalam pembicaraan nuklir ikut mempengaruhi harga minyak global dan sentimen investor.
Data tenaga kerja terbaru menunjukkan klaim pengangguran sedikit meningkat, namun tetap berada pada level yang relatif rendah secara historis — ini memberi sinyal ekonomi AS masih stabil meskipun menghadapi tantangan dari sektor teknologi dan perdagangan global.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login