Newestindonesia.co.id, PT Agung Podomoro Land (APLN) terus memperkuat strategi optimalisasi aset untuk mendukung pengembangan proyek-proyek baru di berbagai wilayah Indonesia. Strategi tersebut dinilai berhasil memperbaiki fundamental perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja keuangan pada awal 2026.
Corporate Secretary APLN, Justini Omas, mengatakan perseroan saat ini fokus membangun dan mengembangkan proyek properti baru di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Karawang, Balikpapan, Medan hingga Bali.
“Selain proyek kawasan hunian, APLN juga membangun pusat perbelanjaan baru dan hotel baru yang akan menjadi sumber pendapatan berulang di masa depan,” ujar Justini, Selasa (5/5/2026) dikutip melalui IDXChannel.
Menurut dia, pertumbuhan sektor properti dan meningkatnya kebutuhan konsumen menjadi peluang besar bagi perusahaan untuk terus berekspansi. Perseroan optimistis strategi pengelolaan aset yang disiplin dan terukur akan menjaga tren pertumbuhan bisnis ke depan.
“Kami terus berusaha mengoptimalkan peluang sektor properti dan konsumen yang terus bertumbuh setiap tahunnya. Melalui strategi yang tepat dan eksekusi yang disiplin, terukur dan matang, kami yakin APLN akan terus menunjukkan kinerja positif ke depan,” kata Justini.
Strategi optimalisasi aset tersebut mulai terlihat dari kinerja keuangan perseroan pada Kuartal I-2026. APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,9 triliun atau melonjak 232 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp874,5 miliar.
Tidak hanya itu, perusahaan juga berhasil membalikkan posisi keuangan dari rugi bersih Rp55,6 miliar pada Kuartal I-2025 menjadi laba bersih Rp513,8 miliar pada Kuartal I-2026.
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menilai pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi pengelolaan portofolio aset yang matang.
“Turnaround APLN di Kuartal I-2026 merefleksikan hasil dari strategi asset recycling dan optimalisasi aset. Monetisasi aset matang berhasil mendorong revenue dan sekaligus memperbaiki bottom line perusahaan,” ujar Wafi.
APLN sendiri telah menjalankan strategi divestasi aset sejak 2017 untuk mendukung pembiayaan proyek-proyek baru bernilai tinggi sekaligus menekan utang dalam mata uang asing, khususnya dolar Amerika Serikat.
Sejumlah aset yang telah dilepas perseroan antara lain Central Park Mall, Neo Soho Mall, Pullman Ciawi Vimala Hills hingga Deli Park Mall Medan. Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat struktur keuangan perusahaan.
Sebelumnya, pada akhir 2025, APLN juga melakukan divestasi lahan sekitar 8 hektare di Bali guna meningkatkan kas perusahaan dan mendukung ekspansi proyek bernilai tinggi lainnya.
Justini menegaskan strategi divestasi aset akan terus dilakukan secara selektif untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan dan memperkuat daya saing di industri properti nasional.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


