Newestindonesia.co.id, PT Intiland Development Tbk (DILD) melepas lini bisnis hotel melalui penjualan seluruh kepemilikan saham pada PT Intiland Infinita senilai Rp31,32 miliar. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi konsolidasi usaha perseroan untuk memperkuat fokus pada lini bisnis utama perusahaan.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi dilakukan kepada dua pihak pembeli, yakni PT Phoenix Tera Nusantara dan PT Prima Aneka Selera. Penjualan saham tersebut mencakup seluruh kepemilikan Intiland pada PT Intiland Infinita selaku entitas anak perseroan.
Dalam transaksi tersebut, PT Phoenix Tera Nusantara membeli sebanyak 3 juta saham, sedangkan PT Prima Aneka Selera mengakuisisi 447 juta saham. Dengan demikian, total saham yang dilepas mencapai 450 juta saham atau setara 10,07 persen kepemilikan.
Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, mengatakan langkah divestasi tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan melakukan penataan bisnis secara lebih fokus.
“Penjualan saham ini sebagai upaya perseroan untuk melakukan konsolidasi usaha dan fokus pada pengembangan lini usaha utama,” ujar Theresia Rustandi dalam keterbukaan informasi perusahaan dikutip melalui IDX Channel.
PT Intiland Infinita diketahui bergerak di sektor perhotelan dan mengelola jaringan Whiz Hotel yang selama ini menjadi bagian dari portofolio bisnis hospitality Intiland. Pelepasan aset tersebut dinilai sejalan dengan strategi perusahaan properti yang tengah memperkuat efisiensi operasional di tengah dinamika industri properti nasional.
Sebelumnya, Intiland juga menegaskan fokus perusahaan dalam beberapa tahun terakhir diarahkan untuk memperbaiki struktur keuangan dan mengurangi beban utang. Perseroan bahkan menargetkan penurunan sisa utang menjadi sekitar Rp3,5 triliun pada akhir 2025.
Di sisi lain, Intiland masih berupaya menjaga kinerja penjualan melalui optimalisasi proyek-proyek properti unggulan, khususnya di Jakarta dan Surabaya. Perseroan juga sempat menyampaikan fokus terhadap penjualan inventory proyek untuk menjaga arus kas perusahaan.
Langkah pelepasan lini hotel ini dipandang sebagai bagian dari strategi perusahaan properti untuk lebih selektif dalam pengembangan bisnis, terutama pada sektor yang memberikan kontribusi lebih besar terhadap pendapatan inti perusahaan.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


