SpaceX Siap Jalani Tes Sesungguhnya Usai Raup US$75 Miliar Dari IPO Rekor Dunia

NEW YORK, NEW YORK - 12 Juni: Karyawan SpaceX merayakan penutupan pasar penawaran umum perdana (IPO) SpaceX di Nasdaq Marketsite pada 12 Juni 2026, di Kota New York. SpaceX mulai diperdagangkan pada hari Jumat dengan kode saham SPCX setelah penawaran umum perdana terbesar yang pernah ada. Elon Musk, pendiri, CEO, dan Kepala Insinyur SpaceX (Space Exploration Technologies Corp.), akan menjadi triliuner pertama di dunia. SpaceX ditutup sedikit di atas $161 per saham, naik lebih dari 19 persen dari harga IPO-nya. (Foto oleh Spencer Platt/Getty Images)

NEW YORK, NEW YORK - 12 Juni: Karyawan SpaceX merayakan penutupan pasar penawaran umum perdana (IPO) SpaceX di Nasdaq Marketsite pada 12 Juni 2026, di Kota New York. SpaceX mulai diperdagangkan pada hari Jumat dengan kode saham SPCX setelah penawaran umum perdana terbesar yang pernah ada. Elon Musk, pendiri, CEO, dan Kepala Insinyur SpaceX (Space Exploration Technologies Corp.), akan menjadi triliuner pertama di dunia. SpaceX ditutup sedikit di atas $161 per saham, naik lebih dari 19 persen dari harga IPO-nya. (Foto oleh Spencer Platt/Getty Images)

Newestindonesia.co.id, SpaceX milik Elon Musk menghadapi ujian berikutnya setelah berhasil menggelar penawaran saham perdana (IPO) terbesar dalam sejarah. Perusahaan teknologi luar angkasa tersebut memulai debutnya di Nasdaq setelah berhasil menarik dana sebesar US$75 miliar dari investor global.

Keberhasilan IPO tersebut mencerminkan optimisme pasar terhadap ambisi besar Elon Musk di sektor antariksa, komunikasi satelit, dan kecerdasan buatan (AI). Penawaran saham SpaceX menempatkan valuasi perusahaan pada kisaran US$1,77 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan paling bernilai di dunia.

Reuters melaporkan, antusiasme investor terhadap saham SpaceX sangat tinggi. Minat yang besar tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pasar masih memiliki kepercayaan terhadap visi jangka panjang Musk, termasuk proyek-proyek futuristis yang selama ini dikembangkan perusahaan.

Namun, para analis menilai tantangan sesungguhnya baru akan dimulai setelah saham perusahaan mulai diperdagangkan secara terbuka. Mereka memperingatkan bahwa tingginya valuasi SpaceX akan membuat pergerakan saham rentan terhadap volatilitas.

Harry Eastwood dari Artemis Investment Management mengatakan saham SpaceX berpotensi melonjak hingga 30% hingga 35% pada hari pertama perdagangan.

Meski demikian, menurutnya, ujian yang sebenarnya akan terjadi ketika para pemegang saham internal dan orang-orang dalam perusahaan mulai memiliki kesempatan untuk menjual kepemilikan mereka.

“Ujian yang sebenarnya akan datang ketika para insider dapat mulai mencairkan saham mereka,” kata Harry Eastwood kepada Reuters, dikutip Sabtu (13/6/2026).

Para pelaku pasar juga memperhatikan struktur kepemilikan saham perusahaan yang relatif terbatas. Kondisi tersebut berpotensi memicu fluktuasi harga yang lebih tajam dibandingkan perusahaan dengan jumlah saham beredar yang lebih besar.

Sebelumnya, SpaceX menetapkan harga IPO sebesar US$135 per saham dan berhasil menghimpun dana sebesar US$75 miliar, menjadikannya penawaran saham perdana terbesar yang pernah terjadi di pasar Amerika Serikat.

Baca juga:  Mantap! 800 Mahasiswa Terpilih Ikuti Program Pelatihan Artificial Intelligence Dari Google

Kesuksesan IPO SpaceX dinilai dapat menjadi tolok ukur bagi perusahaan teknologi besar lainnya yang diperkirakan akan melantai di bursa dalam beberapa waktu mendatang, terutama perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang kecerdasan buatan.

Para investor dan analis kini akan mencermati apakah euforia yang mengiringi pencatatan saham SpaceX dapat bertahan dalam jangka panjang atau justru memunculkan volatilitas yang tinggi di pasar.

Debut SpaceX juga dipandang sebagai ujian bagi selera risiko investor terhadap perusahaan-perusahaan teknologi dengan valuasi sangat tinggi. Apabila saham SpaceX mampu mempertahankan performanya, hal tersebut berpotensi membuka jalan bagi gelombang IPO besar lainnya di sektor teknologi dan AI.

Reuters mencatat bahwa keberhasilan atau kegagalan SpaceX di pasar saham dapat menjadi indikator penting bagi masa depan penawaran saham perusahaan teknologi generasi berikutnya.

(DAW)