Alumni Akpol 1990 Turun Ke Bogor, Gelar Bakti Sosial Dan Kesehatan Jelang Hari Bhayangkara
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo di kegiatan Bansos alumni Akpol 1990. (Foto: Audrey/detikcom).
Newestindonesia.co.id, Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Alumni Akpol 1990 Dhira Brata menggelar aksi kemanusiaan berupa bakti sosial (baksos) dan bakti kesehatan (bakkes). Kegiatan terpusat ini dilaksanakan di kawasan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (14/6/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Ketua Umum Panitia Hari Bhayangkara ke-80 Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Kepala BNPT Komjen Pol. Eddy Hartono, jajaran pejabat TNI-Polri, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta keluarga besar alumni Akpol 1990 Dhira Brata.
Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa momentum bertambahnya usia Korps Bhayangkara harus diiringi dengan penguatan hubungan emosional dan sosial antara aparat kepolisian dengan masyarakat luas.
“Hari Bhayangkara ke-80 harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Dedi di sela-sela kegiatan tersebut, Minggu (14/6) dikutip melalui detikNews.
dalam aksi sosial ini, panitia menyalurkan sedikitnya 500 paket sembako kepada warga sekitar yang membutuhkan. Tidak hanya itu, kepedulian juga menyasar anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa melalui penyerahan santunan serta bantuan kebutuhan pokok kepada 110 penerima manfaat.
Layanan Kesehatan Gratis dan Deteksi Dini Penyakit
Selain pemenuhan kebutuhan pangan, klaster bakti kesehatan juga menjadi fokus utama dalam agenda menjelang Hari Bhayangkara ini. Warga Megamendung mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan gratis secara komprehensif, mulai dari pemeriksaan umum, pengecekan kadar gula darah, kolesterol, asam urat, konsultasi dokter spesialis penyakit dalam, pemberian obat-obatan, pembagian kacamata baca, hingga paket imunitas.
Komjen Pol. Dedi Prasetyo berharap bakti kesehatan ini mampu mendorong kesadaran masyarakat lokal untuk lebih peduli terhadap kondisi fisik mereka secara berkala.
“Semoga masyarakat Bogor selalu sehat. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” ujar Dedi menambahkan.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh panitia di lapangan, tercatat sebanyak 204 warga lokal hadir mengikuti pemeriksaan kesehatan. Dari hasil skrining medis, tim dokter menemukan bahwa penyakit hipertensi menjadi keluhan yang paling mendominasi di kalangan masyarakat, disusul infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gastritis atau dispepsia, diabetes melitus, serta beberapa keluhan kesehatan lainnya.
Merespons antusiasme warga, Kepala Satuan Kesehatan Pusdokkes Polri, Kombes Pol dr. Alexy Oktoman Djohansjah, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan kuota pasien dengan menyiapkan fasilitas yang sangat memadai.
“Kami mempersiapkan kapasitas pelayanan kesehatan untuk sekitar 500 masyarakat. Tenaga medis, sarana kesehatan, obat-obatan, ambulans, hingga peralatan pemeriksaan telah kami siapkan untuk mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat,” papar Alexy.
Untuk memaksimalkan pelayanan, Pusdokkes Polri menerjunkan 40 tenaga kesehatan gabungan yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, hingga petugas laboratorium. Layanan ini juga diperkuat dengan penyediaan empat unit ambulans siaga, pemeriksaan laboratorium sederhana, serta penyuluhan atau edukasi kesehatan langsung kepada warga.
Di tengah-tengah acara, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo menyempatkan diri melakukan peninjauan langsung ke area tenda medis. Ia berdialog secara interaktif dengan para lansia dan warga yang tengah mengantre pemeriksaan.
“Sehat-sehat terus ya Ibu dan Bapak,” tutur Dedi menyemangati warga.
Aksi Pelestarian Lingkungan
Bergerak di luar ranah sosial dan medis, Alumni Akpol 1990 juga menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan hidup di wilayah Kabupaten Bogor. Kegiatan ini diintegrasikan dengan penanaman bibit pohon produktif, seperti pohon alpukat, sukun, dan durian di lahan kawasan Megamendung. Sebagai simbol pelestarian fauna, panitia turut melepaskan 90 ekor burung kutilang serta sejumlah burung merpati putih ke alam bebas.
Kehadiran program kolaboratif ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Susanti, salah satu warga Megamendung yang memanfaatkan fasilitas medis gratis ini, mengaku sangat terbantu.
“Alhamdulillah kegiatan ini sangat membantu masyarakat. Kami jadi lebih mengetahui kondisi kesehatan kami dan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik,” ungkap Susanti.
Agenda baksos dan bakkes di Kabupaten Bogor ini menegaskan fokus Polri dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80, yakni tidak sekadar melakukan selebrasi, tetapi menitikberatkan pada aksi nyata penanggulangan masalah pemenuhan kebutuhan pokok, deteksi dini penyakit masyarakat, serta kepedulian terhadap lingkungan ekologis di wilayah penyangga ibu kota.
(DAW)