Dampak Pemadaman Listrik 1 Jam Di Jakarta: Hemat Anggaran Rp 108 Juta, Emisi Karbon Turun Drastis

lampu-di-kawasan-bundaran-hi-padam-untuk-peringati-hari-lingkungan-hidup-1781361886262_169

Foto: Lampu di kawasan Bundaran HI padam untuk peringati hari lingkungan hidup. (Rumondang/detik)

Newestindonesia.co.id, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta mengungkap penurunan biaya penggunaan listrik yang signifikan di ibu kota saat aksi pemadaman listrik serentak di sejumlah wilayah Jakarta. Berdasarkan pencatatan, biaya penggunaan listrik mampu ditekan hingga kisaran Rp 108.693.752 atau sekitar Rp 108 juta.

Sebagaimana diketahui, langit Jakarta sempat terasa gelap pada Sabtu (13/6/2026) malam. Langkah tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup 2026, di mana pemadaman berlangsung selama satu jam sejak pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB.

“Berdasarkan data PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya), aksi yang berlangsung pukul 20.30-21.30 WIB tersebut berhasil menekan emisi karbon hingga 60,14 ton CO2e. Menghemat konsumsi listrik sebesar 75,18 MWh, serta menurunkan biaya penggunaan listrik mencapai Rp 108.693.752,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).

Aksi pemadaman ini menyasar sejumlah titik strategis serta ikon-ikon utama Kota Jakarta. Di antaranya adalah Monumen Nasional (Monas), Patung Arjuna Wiwaha, Patung Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Pemuda, Patung Jenderal Sudirman, hingga kawasan Balai Kota DKI Jakarta.

Komitmen Budaya Hemat Energi

Dudi Gardesi menjelaskan bahwa aksi pemadaman ini menjadi bentuk komitmen nyata dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mendorong budaya hemat energi di tengah masyarakat. Selain itu, langkah ini sekaligus menjadi ajakan terbuka bagi publik untuk mengambil bagian dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Pemadaman lampu selama 60 menit bukan sekadar simbol. Ini adalah pengingat bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Dari kebiasaan kecil, kita bisa menciptakan perubahan besar untuk Jakarta yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ucap Dudi.

Baca juga:  Gila! Pelajar SMA Nyaris Perkosa Nenek 69 Tahun Di Hutan Gunungkidul

Lebih lanjut, Dudi memaparkan bahwa pelaksanaan kegiatan pemadaman ini mengacu pada regulasi resmi, yakni Instruksi Gubernur Nomor 14 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pemadaman Lampu dalam Rangka Penghematan Energi dan Pengurangan Emisi Karbon, yang memang dilaksanakan secara berkala di wilayah Jakarta.

Menurutnya, angka penurunan emisi yang berhasil dicapai menjadi bukti konkret bahwa konsistensi perubahan perilaku masyarakat mampu memberikan hasil yang nyata dan terukur.

“Capaian pengurangan emisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan perilaku dalam penggunaan energi dapat memberikan hasil yang terukur apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak pihak,” jelasnya.

“Keberhasilan ini lahir dari kolaborasi bersama. Mulai dari pengelola gedung, pelaku usaha, komunitas, hingga warga yang ikut mematikan lampu dan perangkat elektronik yang tidak digunakan selama aksi berlangsung,” tambah Dudi.

Mendorong Perubahan Gaya Hidup Warga

Melihat dampak positif tersebut, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong agar perilaku hemat energi ini tidak berhenti sebagai gerakan sesaat atau seremonial belaka. Sebaliknya, Pemprov DKI berharap hal ini bertransformasi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat.

Kontribusi besar terhadap pengurangan emisi karbon dinilai dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di lingkungan terkini, seperti mematikan perangkat elektronik yang sedang tidak digunakan, beralih memakai lampu hemat energi, hingga menggunakan listrik secara bijak, baik di area rumah maupun di tempat kerja.

“Ketika jutaan warga melakukan langkah kecil yang sama secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi kualitas lingkungan Jakarta. Karena menjaga bumi dan udara yang lebih bersih bukan hanya tugas pemerintah, tetapi gerakan bersama seluruh masyarakat,” pungkas Dudi Gardesi.

Kondisi Lapangan saat Pemadaman

Berdasarkan pantauan di lokasi oleh detikcom pada Sabtu (13/6) malam, lampu-lampu jalan di sekeliling kawasan Bundaran HI mulai dipadamkan tepat sekira pukul 20.30 WIB dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup tersebut.

Baca juga:  Pertemuan 2 Jam Di Istana, PDIP Sebut Prabowo Dan Megawati Diskusikan Politik Global

Dampak pemadaman tidak hanya menyasar lampu jalanan. Ikon legendaris Monumen Selamat Datang yang biasanya disorot lampu terang benderang, seketika tak terlalu terlihat keberadaannya di tengah kegelapan malam.

Kondisi serupa juga terjadi pada aspek komersial di ruang publik. Sejumlah papan iklan elektronik atau videotron raksasa yang mengelilingi Bundaran HI turut dinonaktifkan sejenak. Area pusat kota yang biasanya dipenuhi warna-warni cahaya dari gedung-gedung pencakar langit di sekitarnya tampak menjadi lebih sunyi dari pancaran cahaya selama satu jam penuh.

(DAW)