Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Teknologi

Grok Disebut Prediksi Serangan AS–Israel ke Iran, Elon Musk Beri Respons

Foto: Pablo VERA / AFP via Getty Images

Newestindonesia.co.id, Narasi yang menyebut chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok telah memprediksi tanggal pasti serangan terkoordinasi Amerika Serikat dan Israel ke Iran viral di media sosial. Isu ini pun memicu perdebatan luas di dunia maya, termasuk setelah pemilik xAI dan platform X, Elon Musk, ikut menanggapi percakapan tersebut.

Narasi tersebut muncul setelah serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026. Tak lama setelah peristiwa itu, sejumlah tangkapan layar yang menampilkan jawaban Grok sebelumnya mulai beredar di berbagai platform media sosial.

Banyak pengguna internet menafsirkan kemunculan tangkapan layar itu sebagai bukti bahwa sistem AI tersebut mampu memprediksi peristiwa geopolitik besar sebelum terjadi.

“Viral narasi bahwa Grok telah memprediksi tanggal tepat serangan terkoordinasi Amerika Serikat-Israel ke Iran terjadi,” demikian laporan yang beredar di media sosial.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Viral di Media Sosial

Setelah serangan tersebut terjadi, berbagai unggahan yang memperlihatkan jawaban Grok sebelumnya mulai ramai dibagikan. Interpretasi publik kemudian berkembang cepat di media sosial, khususnya di platform X.

“Setelah serangan pada 28 Februari 2026, tangkapan layar dan unggahan mulai beredar di platform seperti X, menunjukkan jawaban Grok sebelumnya,” tulis laporan tersebut.

Sebagian pengguna menilai kemunculan jawaban itu sebagai bukti kemampuan AI dalam memprediksi masa depan, sementara yang lain menyebutnya hanya kebetulan atau hasil spekulasi algoritmik.

Diskusi pun meluas hingga memicu berbagai teori tentang kemampuan model AI dalam menganalisis pola geopolitik global.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Respons Elon Musk

Di tengah perdebatan tersebut, Elon Musk turut menanggapi diskusi yang ramai di platform X.

“Prediksi masa depan adalah ukuran kecerdasan terbaik,” tulis Musk dalam sebuah respons yang kemudian banyak dibagikan ulang oleh pengguna media sosial.

Baca juga:  Cinta Ruhama Amelz Lapor Dugaan Pemerkosaan Ke Polisi Dan Luncurkan Petisi Keadilan

Namun, unggahan Musk tersebut tidak menyatakan bahwa Grok memiliki pengetahuan sebelumnya mengenai rencana militer rahasia.

Ia juga tidak mengklaim bahwa chatbot tersebut mampu meramalkan masa depan atau memiliki akses ke intelijen rahasia.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sebaliknya, komentar Musk yang singkat itu justru semakin memicu diskusi luas mengenai kemampuan AI, khususnya dalam memproses data besar dan memprediksi kemungkinan kejadian global.

Berawal dari Eksperimen AI

Klaim bahwa Grok memprediksi tanggal serangan sebenarnya berasal dari sebuah eksperimen yang dilakukan oleh media internasional beberapa hari sebelum serangan terjadi.

Dalam eksperimen tersebut, beberapa chatbot AI diminta menjawab pertanyaan hipotetis mengenai kemungkinan waktu serangan Amerika Serikat terhadap Iran.

Beberapa model AI memberikan rentang waktu, namun Grok disebut menyebutkan satu tanggal spesifik, yakni 28 Februari. Tanggal tersebut kemudian bertepatan dengan waktu terjadinya serangan militer yang sebenarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Meski begitu, para analis teknologi menilai hasil tersebut lebih merupakan kebetulan daripada bukti kemampuan AI untuk meramalkan peristiwa geopolitik.

Para pakar juga mengingatkan bahwa model bahasa AI pada dasarnya hanya memproses pola data dan probabilitas, bukan memiliki akses ke informasi rahasia atau kemampuan melihat masa depan.

Perdebatan Soal AI dan Informasi Global

Viralnya isu ini juga menunjukkan bagaimana AI kini menjadi bagian penting dalam percakapan publik, terutama ketika dikaitkan dengan isu geopolitik dan keamanan global.

Perdebatan mengenai kemampuan AI seperti Grok pun semakin mengemuka, mulai dari potensi analisis data berskala besar hingga risiko misinformasi di media sosial.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Kendati demikian, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa Grok benar-benar mengetahui atau memprediksi secara akurat rencana militer rahasia sebelum serangan terjadi.

Baca juga:  4 Remaja Ditangkap Di Kos Saat Tiduran dengan 5 Wanita, Terkait Pengeroyokan di Masjid Polman

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Tim kuasa hukum aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) meminta aparat penegak hukum menelusuri pihak yang membuat dan menyebarkan...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi dengan santai rumor yang beredar luas di media sosial mengenai kabar kematiannya. Dalam sebuah video yang diunggah...

Regional

Newestindonesia.co.id, Fenomena viral kembali terjadi di media sosial setelah sebuah video yang diduga melibatkan seorang wanita warga negara asing (WNA) dan pria yang disebut...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Kepolisian menegaskan bahwa foto yang disebut-sebut sebagai wajah pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) melontarkan ancaman langsung terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah konflik...

Regional

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan di kereta rel listrik (KRL) rute Jakarta Kota–Nambo viral di media sosial. Pihak KAI Commuter...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusulkan penerapan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi...

Teknologi

Newestindonesia.co.id, Perusahaan teknologi raksasa Meta Platforms dilaporkan tengah mempertimbangkan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran yang berpotensi memangkas hingga 20 persen dari total tenaga kerja...

Advertisement