Galaxy S26 Kini Dukung Komunikasi Satelit Global, Samsung Kerja Sama Dengan Banyak Operator

0
gettyimages-2263007234-612x612

Rachel Roberts, manajer produk di Samsung Electronics Co., selama acara Galaxy Unpacked di San Francisco, California, AS, pada hari Rabu, 25 Februari 2026. Samsung Electronics Co. meluncurkan jajaran ponsel pintar Galaxy S26, dengan penekanan pada fitur kecerdasan buatan dan privasi di dunia nyata daripada perubahan desain utama. Fotografer: David Paul Morris/Bloomberg via Getty Images

Newestindonesia.co.id, Samsung resmi memperluas dukungan komunikasi satelit untuk perangkat Galaxy ke lebih banyak negara. Ekspansi ini mencakup seri Galaxy S26 dan sejumlah model flagship serta Galaxy A tertentu melalui kerja sama dengan operator telekomunikasi di Amerika Utara, Eropa, dan Jepang.

Langkah ini menegaskan komitmen perusahaan menghadirkan konektivitas yang lebih andal, terutama dalam situasi darurat ketika jaringan seluler konvensional tidak tersedia.

Fitur komunikasi satelit pada Galaxy S26 memungkinkan pengguna tetap mengirim pesan atau melakukan komunikasi dasar meski berada di area tanpa sinyal seluler atau Wi-Fi. Teknologi ini memanfaatkan jaringan satelit yang terhubung dengan operator telekomunikasi di berbagai negara.

Samsung menyebut ekspansi tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pengguna sekaligus memperluas pengalaman konektivitas mobile generasi berikutnya.

“Samsung Electronics mengumumkan perluasan kemampuan komunikasi satelit untuk sejumlah smartphone Galaxy, termasuk seri Galaxy S26, melalui kemitraan berkelanjutan dengan operator telekomunikasi global di Amerika Utara, Eropa, dan Jepang.”

Operator yang Mendukung

Di Amerika Serikat, Samsung menggandeng sejumlah operator besar untuk menghadirkan layanan komunikasi satelit pada perangkat Galaxy.

Layanan ini telah didukung oleh T-Mobile melalui teknologi T-Satellite yang memanfaatkan jaringan satelit Starlink sejak 2025 untuk layanan pesan teks dan data pada beberapa perangkat Galaxy flagship serta Galaxy A. Selain itu, Verizon juga menyediakan layanan darurat eSOS dan pesan teks berbasis satelit pada perangkat flagship Galaxy generasi terbaru.

Samsung juga sedang bekerja sama dengan AT&T untuk menghadirkan fitur komunikasi satelit serupa pada smartphone Galaxy di jaringan operator tersebut.

Sementara di Eropa, Samsung bermitra dengan Virgin Media O2 untuk menghadirkan layanan komunikasi satelit pada beberapa perangkat Galaxy. Uji coba juga akan dimulai di Spanyol bersama operator MasOrange, sementara kerja sama dengan Vodafone tengah dipersiapkan untuk memperluas dukungan di wilayah tersebut.

Baca juga:  Bill Gates Bantah Tuduhan Dalam ‘Epstein Files’, Akui Menyesal Pernah Mengenal Jeffrey Epstein

Dukungan di Jepang

Di Jepang, layanan komunikasi satelit pada perangkat Galaxy telah tersedia melalui operator KDDI sejak 2025. Layanan ini mencakup pengiriman pesan, data, serta dukungan sistem peringatan gempa dan tsunami.

Samsung juga menjalin kerja sama dengan SoftBank dan NTT Docomo untuk menghadirkan fitur komunikasi satelit pada sejumlah perangkat Galaxy mulai 2026. Selain itu, perusahaan juga tengah bekerja sama dengan Rakuten Mobile untuk memperluas dukungan layanan ini di masa mendatang.

Digulirkan Bertahap

Meski sudah diumumkan secara global, Samsung menyebut ketersediaan fitur komunikasi satelit akan digulirkan secara bertahap sesuai rencana implementasi masing-masing operator di setiap negara.

Ketersediaan fitur juga dapat berbeda tergantung model perangkat, jaringan operator, serta versi sistem operasi atau One UI yang digunakan.

Dengan langkah ini, Samsung mengikuti tren industri smartphone yang mulai mengintegrasikan komunikasi satelit sebagai fitur penting, terutama untuk keadaan darurat ketika jaringan seluler tidak tersedia.

Ke depan, Samsung juga membuka kemungkinan memperluas dukungan komunikasi satelit ke lebih banyak perangkat Galaxy dan kategori produk lainnya.

(DAW)

Tinggalkan Balasan