Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

Setya Novanto Terpidana Korupsi E-KTP Dipenjara 12 Tahun, Kuasa Hukum: Harusnya Bebas

Warga binaan kasus korupsi Setya Novanto (tengah) mendengarkan ceramah saat melasanakan shalat idulfitri 1440 Hijriah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Rabu 5 Juni 2019. Sebanyak 128 warga binaan dari pidana umum dan pidana khusus mendapatkan remisi idulfitri 1440 Hijriah dengan potongan masa tahanan antara 15 hari sampai dua bulan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Newestindonesia.co.id, Maqdir Ismail, kuasa hukum Setya Novanto, membenarkan soal pengurangan hukuman terhadap kliennya yang menjadi terpidana perkara korupsi KTP elektronik (e-KTP). Pengurangan hukuman ini merupakan putusan atas peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Setnov terhadap vonis majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Jakarta Pusat.

“Saya dengar kabar memang ada pengurangan hukuman,” kata Maqdir kepada Tempo, Selasa, 2 Juli 2025. Maqdir Ismail berpendapat pidana penjara selama 12 tahun dan 6 bulan, tidaklah patut. Menurut dia, Setnov seharusnya bebas.

Maqdir menuturkan mantan Ketua DPR itu tidak bisa dihukum dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Alasannya, Setnov tidak mempunyai kewenangan yang berhubungan dengan pengadaan e-KTP. “Dia bukan anggota komisi dua DPR RI sehingga dia tidak mempunyai kewenangan terkait dengan pengadaan e-KTP,” ujarnya.

Karena itu, Maqdir merasa kliennya didakwa dengan pasal yang salah. Dakwaan yang paling tepat untuk Setnov, munurut dia, adalah pasal tentang suap, yakni Pasal 5 atau 12, atau Pasal 12B atau Pasal 11.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Upaya hukum luar biasa atau Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan terpidana kasus korupsi KTP elektronik (e-KTP) Setya Novanto dikabulkan Mahkamah Agung (MA). Dengan dikabulkannya PK ini, maka pidana penjara Setnov lebih ringan dari vonis, yakni menjadi 12 tahun dan 6 bulan dari yang semula 15 tahun penjara.

Amar putusan: KABUL,” bunyi putusan yang dikutip dari laman Kepaniteraan MA, pada Rabu, 2 Juli 2025.

Dalam amar putusannya, disebutkan perkara nomor: 32 PK/Pid.Sus/2020, diperiksa dan diadili oleh ketua majelis Surya Jaya dengan hakim anggota Sinintha Yuliansih Sibarani dan Sigid Triyono. Panitera Pengganti Wendy Pratama Putra Putusan dibacakan pada Rabu, 4 Juni 2025.

Baca juga:  Tom Lembong Ngaku Kecewa Tuntutan Jaksa Dalam Kasus Impor Gula: "Saya Heran Dan Kecewa"

Selain pidana kurungan, Setnov juga dikenai pidana denda Rp 500 juta subsidair enam bulan kurungan dan membayar uang pengganti US$ 7,3 juta dikompensasi sebesar Rp 5 miliar yang telah dititipkan kepada Penyidik KPK dan yang telah disetorkan oleh Setnov. Adapun sisa uang pengganti yang belum dibayarkan Rp 49.052.289.803,00 subsidair 2 tahun penjara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mantan Ketua DPR RI ini turut dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk menduduki jabatan publik selama 2 tahun dan 6 bulan terhitung sejak terpidana selesai menjalani masa pemidanaan.

Dia dinilai terbukti melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Regional

Newestindonesia.co.id, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyegel dua ruangan di lingkungan Kantor Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, setelah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Polda Metro Jaya menangkap dua mantan pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) yang diduga terlibat dalam kasus korupsi anggaran perjalanan dinas dengan nilai kerugian negara...

Regional

Newestindonesia.co.id, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Rejang Lebong, Bengkulu, Muhammad Fikri Thobari, pada Senin malam (9/3/2026). Penindakan tersebut...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo untuk menuntaskan temuan kerugian negara sekitar Rp 1 triliun di...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Partai Golkar menanggapi kabar yang menyebut suami dan anak dari Bupati Pekalongan Fadia Arafiq turut menikmati aliran dana dari kasus dugaan korupsi yang...

Regional

Newestindonesia.co.id – Jakarta, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq (FAR), sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait proyek pengadaan di lingkungan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik korupsi dalam pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan yang menyeret Bupati Pekalongan Fadia...

Regional

Newestindonesia.co.id – Jateng, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq resmi ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT). Penahanan tersebut dilakukan setelah...

Advertisement