Newestindonesia.co.id, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai progres pembangunan proyek Sekolah Rakyat yang dikerjakan oleh Waskita Karya menunjukkan perkembangan positif, khususnya di wilayah Surabaya, Jawa Timur.
Penilaian tersebut disampaikan saat Dody meninjau langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Surabaya. Ia menyebut capaian pembangunan telah menunjukkan kualitas dan kecepatan yang sesuai target pemerintah.
“Progres di Surabaya ini bagus, sekitar 45% dan kualitasnya juga baik. Secara umum, pekerjaan pembangunan SR yang dikerjakan Waskita Karya dan mitra berjalan dengan baik,” ujar Dody.
Proyek Prioritas Nasional
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari kebijakan prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Program ini juga menjadi salah satu upaya strategis dalam pengentasan kemiskinan ekstrem melalui sektor pendidikan.
Dody menegaskan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan ini tidak sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Ini kan program prioritas Presiden untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui pendidikan yang layak,” kata dia.
Target Rampung dan Kapasitas Besar
Pemerintah menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II dapat selesai pada Juni 2026 agar segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
Secara nasional, proyek ini dilaksanakan di lebih dari 100 lokasi dengan kapasitas ratusan ribu siswa. Fasilitas yang dibangun mencakup ruang kelas, asrama, hingga sarana penunjang seperti laboratorium dan pusat pembelajaran digital.
Di Surabaya sendiri, proyek dibangun di atas lahan sekitar 6,6 hektare dengan kapasitas hingga 1.000 siswa dan dilengkapi fasilitas pendidikan terpadu dari jenjang SD hingga SMA.
Kontras dengan Daerah Lain
Meski mengapresiasi progres di Surabaya, Dody juga menyoroti adanya ketimpangan pembangunan di daerah lain, seperti di Nganjuk, Jawa Timur, yang masih tertinggal jauh.
“Bicara Nganjuk dulu nih. Nganjuk kan memang sangat-sangat tertinggal ya. Masih berapa sih mungkin 15 persen lah,” kata Dody.
Ia bahkan mengkritik tim teknis yang dinilai tidak memberikan solusi atas keterlambatan proyek.
“Yang saya tidak suka dari tim saya itu adalah pada saat saya datang kasih excuses… Bukannya ngasih saran bagaimana supaya ketertinggalan itu bisa dikejar,” tegasnya.
Komitmen Pengawasan
Pemerintah memastikan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Evaluasi terhadap kinerja tim teknis juga akan dilakukan untuk memastikan proyek berjalan sesuai target waktu dan kualitas.
Dody menegaskan pentingnya profesionalisme seluruh pihak yang terlibat, mengingat proyek ini menyangkut masa depan pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login