Newestindonesia.co.id, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian diplomasi internasionalnya di Eropa dengan terbang ke Paris, Prancis, setelah sebelumnya melakukan pertemuan intensif dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.
Langkah ini menandai kesinambungan strategi diplomasi Indonesia dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara besar dunia, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo langsung bertolak ke Prancis usai menyelesaikan agenda penting di Rusia. Pertemuan dengan Putin berlangsung cukup lama dan mencerminkan keseriusan kedua negara dalam memperkuat kerja sama strategis.
“Setelah melakukan pertemuan yang berlangsung selama lima jam dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, Bapak Presiden langsung bertolak menuju Prancis dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dan tiba tengah malam di Paris,” ujar Teddy dalam keterangannya.
Pertemuan Strategis RI–Rusia
Pertemuan antara Prabowo dan Putin di Istana Kremlin, Moskow, disebut berlangsung selama sekitar lima jam. Durasi yang panjang tersebut menunjukkan kedalaman pembahasan antara kedua pemimpin negara.
Menurut Teddy, pembicaraan tersebut menyoroti berbagai sektor strategis, terutama energi, sumber daya mineral, hingga pengembangan industri nasional Indonesia.
Ia menegaskan bahwa lamanya pertemuan mencerminkan komitmen kuat kedua negara dalam mempererat kemitraan.
“Durasi pertemuan yang cukup panjang tersebut mencerminkan kedalaman pembahasan serta keseriusan Indonesia dan Rusia dalam memperkuat kemitraan strategis,” kata Teddy.
Selain itu, kunjungan Prabowo ke Moskow juga bertujuan untuk berkonsultasi terkait situasi geopolitik global yang dinilai penuh ketidakpastian.
Lanjut ke Paris Temui Macron
Setibanya di Paris, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan agenda diplomasi dengan melakukan pertemuan empat mata bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée.
Pertemuan tersebut diproyeksikan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Prancis, yang selama ini telah terjalin erat di berbagai sektor.
“Besok Bapak Presiden akan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Macron di Istana Élysée untuk membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara,” ungkap Teddy.
Tidak hanya fokus pada kerja sama bilateral, pertemuan ini juga akan menjadi ajang bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait isu-isu global.
“Teddy menegaskan bahwa pertemuan tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan kerja sama bilateral. Namun, juga menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk menyampaikan pandangan strategis terkait dinamika global,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi.
Diplomasi Aktif Indonesia di Tengah Geopolitik Global
Langkah cepat Prabowo dari Moskow ke Paris menunjukkan pola diplomasi aktif Indonesia dalam merespons dinamika global. Dalam waktu singkat, Indonesia menjalin komunikasi intensif dengan dua kekuatan besar dunia, yakni Rusia dan Prancis.
Kunjungan ini juga mempertegas posisi Indonesia sebagai negara yang menjalankan politik luar negeri bebas aktif, dengan tetap membuka ruang kerja sama luas di berbagai kawasan.
Dengan agenda yang padat dan berlapis, rangkaian kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global, sekaligus membuka peluang kerja sama konkret di bidang energi, industri, hingga geopolitik.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login