Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Bisnis

Artemis II Siap Meluncur: Langkah Besar NASA Kembali Ke Bulan Setelah 50 Tahun

Roket Artemis II bergerak dari Gedung Perakitan Kendaraan (Vehicle Assembly Building) menuju landasan peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy, Sabtu, 17 Januari 2026, di Cape Canaveral, Florida. (AP Photo/John Raoux)
Roket Artemis II bergerak dari Gedung Perakitan Kendaraan (Vehicle Assembly Building) menuju landasan peluncuran 39B di Pusat Luar Angkasa Kennedy, Sabtu, 17 Januari 2026, di Cape Canaveral, Florida. (AP Photo/John Raoux)

Newestindonesia.co.id – Florida, Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, kembali mencatatkan langkah besar dalam sejarah eksplorasi ruang angkasa. Roket raksasa Space Launch System (SLS) yang akan digunakan untuk misi Artemis II resmi dipindahkan dari Vehicle Assembly Building menuju launch pad di Kennedy Space Center. Pergerakan ini menjadi sinyal kuat bahwa misi berawak pertama NASA ke sekitar Bulan dalam lebih dari 50 tahun semakin dekat.

Perjalanan Lambat Roket Raksasa

Dilansir melalui Associated Press (19/1), Dengan tinggi sekitar 98 meter dan berat mencapai 11 juta pon, roket SLS bergerak perlahan menggunakan kendaraan khusus crawler-transporter. Proses pemindahan ini memakan waktu berjam-jam, namun berlangsung aman dan terencana.

Ribuan karyawan NASA beserta keluarga mereka turut menyaksikan momen bersejarah tersebut—sebuah simbol kembalinya ambisi manusia untuk menjelajah Bulan.

Roket SLS ini membawa wahana Orion, kapsul modern yang dirancang untuk melindungi awak dalam perjalanan jauh ke luar orbit Bumi. Orion akan menjadi rumah sementara bagi empat astronot selama misi Artemis II.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Misi Berawak Pertama Sejak Era Apollo

Artemis II merupakan penerbangan berawak pertama NASA menuju Bulan sejak berakhirnya program Apollo pada awal 1970-an. Berbeda dengan Apollo yang langsung mendarat di Bulan, misi Artemis II akan membawa awak mengelilingi Bulan tanpa pendaratan.

Meski demikian, misi ini sangat krusial sebagai uji coba sistem, teknologi, dan kesiapan manusia sebelum misi pendaratan di masa depan.

Empat awak yang akan terlibat terdiri dari tiga astronot NASA dan satu astronot dari Canadian Space Agency, menandai kuatnya kolaborasi internasional dalam eksplorasi ruang angkasa modern.

Tujuan Besar Program Artemis

Program Artemis tidak hanya bertujuan mengulang pencapaian masa lalu, tetapi melangkah lebih jauh. NASA menargetkan pendaratan manusia—termasuk perempuan dan astronot dari latar belakang beragam—di permukaan Bulan, sekaligus membangun fondasi eksplorasi jangka panjang. Bulan dipandang sebagai “batu loncatan” penting sebelum misi manusia ke Mars.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Melalui Artemis, NASA menguji teknologi baru seperti sistem peluncuran super-berat, kapsul berawak generasi terbaru, hingga sistem pendukung kehidupan yang mampu bertahan dalam perjalanan panjang. Semua ini menjadi bekal penting untuk misi antariksa yang lebih ambisius di dekade mendatang.

Baca juga:  Ceravix Shine, Produk Pembersih Dan Pengkilap Mobil Dengan Harga Ekonomis

Jadwal Peluncuran dan Tantangan

Peluncuran Artemis II direncanakan dalam jendela waktu terbatas, dengan kemungkinan paling awal pada awal tahun mendatang, tergantung kesiapan teknis dan kondisi cuaca. NASA menegaskan bahwa keselamatan awak tetap menjadi prioritas utama, sehingga jadwal bisa berubah jika diperlukan.

Pengalaman dari misi Artemis I—yang sukses meluncur tanpa awak dan kembali ke Bumi—menjadi dasar evaluasi menyeluruh sebelum mengirim manusia. Setiap komponen diuji ulang, dari mesin roket hingga sistem navigasi dan perlindungan panas Orion.

Simbol Era Baru Eksplorasi

Pergerakan roket Artemis II ke landasan peluncuran bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan simbol dimulainya era baru eksplorasi Bulan. Setelah lebih dari setengah abad, manusia kembali bersiap menatap Bulan—bukan hanya untuk menjejakkan kaki, tetapi untuk tinggal lebih lama dan membuka jalan menuju planet lain.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan Artemis II, dunia menyaksikan babak penting dalam perjalanan umat manusia ke luar angkasa: kolaboratif, berkelanjutan, dan penuh visi jangka panjang.

(DAW)

Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Perusahaan house of brands asal Indonesia, Hypefast, mencatatkan performa positif sepanjang kuartal pertama 2026. Perusahaan melaporkan pertumbuhan Net Income atau laba bersih lebih...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, PT Intiland Development Tbk (DILD) melepas lini bisnis hotel melalui penjualan seluruh kepemilikan saham pada PT Intiland Infinita senilai Rp31,32 miliar. Langkah tersebut...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Merek perhiasan ternama Frank & co. merayakan perjalanan 30 tahun dengan sebuah perayaan megah yang memadukan kemewahan berlian, teknologi modern, dan narasi cinta...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Dalam berbagai sektor industri dan proyek konstruksi, kestabilan pasokan listrik merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan operasional. Genset open, atau generator set...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Raksasa perbankan Amerika Serikat, Citigroup, mencatatkan kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar pada kuartal pertama 2026, didorong oleh lonjakan aktivitas perdagangan (trading) dan...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, OCBC Indonesia merayakan perjalanan 85 tahun dengan menghadirkan berbagai inovasi layanan perbankan serta program apresiasi khusus bagi nasabah. Langkah ini menjadi bagian dari...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Erick Thohir adalah salah satu tokoh berpengaruh di Indonesia yang dikenal sebagai pengusaha sukses sekaligus sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Ia lahir...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, Perusahaan jasa keuangan asal Jepang, SBI Holdings, tengah menjajaki rencana pembangunan arena hiburan imersif berskala besar di Tokyo yang terinspirasi dari konsep Sphere...

Advertisement