Longsor Cisarua: 5 Anggota TNI AL Gugur, Tim SAR Masih Cari 18 Prajurit

0
pencarian-korban-longsor-cisarua-hari-kelima-1769598955808_169

Korban longsor Cisarua Bandung Barat masih dicari. (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id – Jabar, Proses evakuasi korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat yang terjadi Sabtu dini hari (24/1) terus berjalan meskipun tantangan medan berat dan cuaca buruk masih membayangi tim SAR gabungan.

Hingga Kamis (29/1), jenazah 5 anggota TNI Angkatan Laut (Marinir) telah ditemukan, sementara 18 prajurit lainnya masih dicari di bawah material longsor yang menutup area permukiman dan lokasi latihan militer.

Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung selama dua hari sebelum kejadian, menyebabkan tanah di lereng Gunung Burangrang bergerak tiba-tiba dan menimbun permukiman serta area latihan yang berada di lereng wilayah tersebut.

Kelima Prajurit yang Sudah Dievakuasi

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah personel Marinir. Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis Rabu (29/1), nama-nama yang berhasil ditemukan sebagai berikut:

  • Serda Marinir Sidiq Hariyanto
  • Praka Marinir Muhammad Koriq
  • Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita
  • Praka Marinir Ari Kurniawan
  • Pratu Marinir Febry Bramantio

Jenazah mereka telah dipulangkan dan dimakamkan secara militer di daerah asal masing-masing sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka.

Pernyataan Resmi dari TNI

Kadispenal (Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut) Laksamana Pertama Tunggul menjelaskan kronologi evakuasi dan kondisi di lokasi.

“Hingga hari ini, tim SAR gabungan bersama prajurit TNI AL telah mengevakuasi lima jenazah, sementara pencarian terhadap 18 prajurit lainnya masih dilakukan secara maksimal,” ujarnya kepada wartawan.

Tunggul menegaskan bahwa operasi pencarian dilakukan secara intensif dengan dukungan teknologi dan peralatan khusus, termasuk drone pengintai, sensor thermal, anjing pelacak, serta alat berat untuk mempercepat pencarian di area yang tertutup tanah longsor.

Baca juga:  Kades Purwasaba Hoho Alkaf Dikeroyok Massa Usai Demo Seleksi Perangkat Desa

Tantangan Evakuasi dan Pencarian

Operasi ini dihadapkan pada medan berat dengan tumpukan material longsor yang sangat besar serta cuaca yang tidak bersahabat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan instansi terkait terus berupaya memperluas area pencarian. Berdasarkan data seismik dan kondisi tanah, lokasi tersebut tetap berisiko longsor susulan karena curah hujan masih tinggi.

Selain itu, data total korban jiwa dan masih hilang yang dirilis lembaga identifikasi dan pencarian menunjukkan ratusan kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dari lokasi utama longsor, dengan korban dari berbagai usia, termasuk warga sipil dan prajurit.

Dampak Bencana

Longsor Cisarua tidak hanya menewaskan personel TNI. Berdasarkan proses identifikasi tim DVI gabungan, hingga Rabu malam sebelumnya 41 kantong jenazah korban telah teridentifikasi dari total puluhan korban tewas yang lebih luas akibat peristiwa tersebut. Beberapa korban yang sudah teridentifikasi berasal dari keluarga warga setempat maupun luar daerah.

Status Tanggap Darurat dan Respons Pemerintah

Pemerintah daerah beserta lembaga terkait telah menetapkan status tanggap darurat bencana, memperluas koordinasi untuk bantuan logistik, peralatan pencarian, serta dukungan psikososial bagi keluarga korban dan warga terdampak. Pendataan korban yang hilang dan identifikasi jenazah masih terus dilakukan di pos DVI yang dibentuk di lokasi terdekat.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan