Belajar Dari K-Cinema, Bintang Film Vietnam Kaity Nguyen Bidik Industri Sinema Global

Kaity Nguyen

Kaity Nguyen. Foto: Dok. Vietnam.vn

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Daya tarik sinema Vietnam kini tengah berada di ambang transformasi besar, didorong oleh kekayaan budaya lokal dan ambisi global para sineas mudanya. Aktris sekaligus produser berbakat asal Vietnam, Kaity Nguyen (27), menegaskan bahwa keberagaman kultural yang dimiliki negaranya adalah modal utama untuk memikat penonton internasional, dengan industri film Korea Selatan sebagai model keberhasilan utamanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Nguyen di sela-sela pembukaan Da Nang Asian Film Festival (DANAFF) ke-4 yang berlangsung di kota pesisir Da Nang, Vietnam. Dalam festival bergengsi ini, Nguyen mencatatkan sejarah baru sebagai anggota juri termuda.

Kekayaan Narasi Lokal yang Belum Tergali

Dalam wawancara eksklusif bersama Hankook Ilbo (afiliasi The Korea Times), Nguyen mengungkapkan pandangan optimistisnya mengenai masa depan industri perfilman Vietnam. Menurutnya, dari wilayah utara, tengah, hingga selatan, Vietnam menyimpan akumulasi sejarah dan warisan budaya berlapis yang siap diangkat ke layar lebar.

“Daya tarik sinema Vietnam terletak pada keberagamannya. Setiap wilayah memiliki budaya yang berbeda, dengan sejarah yang telah terakumulasi selama bertahun-tahun. Ada begitu banyak cerita yang bisa kami sampaikan kepada penonton di seluruh dunia,” ujar Kaity Nguyen seperti dikutip melalui The Korea Times (3/7).

Ia juga menambahkan bahwa lanskap perfilman domestik kini tidak lagi hanya terpaku pada dokumentasi sejarah masa lalu, melainkan mulai bergerak dinamis. “Bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi kisah-kisah tentang kehidupan masyarakat Vietnam modern saat ini juga semakin banyak diproduksi,” tuturnya.

Menjadikan Sinema Korea sebagai ‘Role Model’

Nguyen secara khusus menyoroti bagaimana industri perfilman Korea Selatan (K-Cinema) berhasil melakukan ekspansi global tanpa kehilangan identitas nasionalnya. Keberhasilan Korea menembus pasar global, menurutnya, justru terjadi karena mereka berani mempertahankan kelokalan mereka, bukan karena mengekor tren Barat.

Baca juga:  Deretan Artis Bintang Panas Jepang Yang Kini Sukses Jadi Pebisnis

“Saya pikir alasan mengapa Korea mampu mendekatkan diri dengan industri film dan penonton internasional adalah karena kekuatan budaya Korea itu sendiri,” jelas Nguyen.

Baginya, formula sukses Korea tersebut menjadi bukti nyata bahwa konten yang berakar kuat pada budaya lokal memiliki resonansi universal yang mampu melintasi batas-batas negara.

Hubungan Nguyen dengan sinema Korea sebenarnya bukanlah hal baru. Rekam jejak filmografinya menunjukkan keterikatan yang kuat dengan industri Negeri Gingseng tersebut. Salah satu film populer yang dibintanginya, Blood Moon Party (2020), merupakan remake resmi versi Vietnam dari film box-office Korea Selatan yang bertajuk Intimate Strangers.

Dari Aktris Berbakat Menuju Produser Visioner

Sejak memulai debutnya di dunia akting lewat film Em Chua 18 pada tahun 2017—yang langsung mengantarkannya meraih penghargaan Aktris Terbaik di Viet Film Festival—karier Nguyen terus meroket. Ia secara konsisten membintangi film-film yang sukses secara komersial sekaligus mendapat pujian kritis, seperti The Last Wife (2023) dan film aksi-thriller Hijacked (2025).

Tidak puas hanya berada di depan layar, Nguyen kini melebarkan sayapnya ke ranah produksi film demi memiliki kontrol lebih besar dalam menyuarakan narasi-narasi berkualitas. Ketika ditanya mengenai film mana yang paling ingin ia perkenalkan kepada publik Korea Selatan, tanpa ragu ia memilih Hijacked.

“Saya sangat ingin memperkenalkan Hijacked ke audiens Korea. Ini adalah film yang saya produseri sekaligus saya bintangi sendiri tahun lalu. Film ini terinspirasi dari peristiwa nyata pembajakan pesawat penumpang di Vietnam pada tahun 1978, dan puji syukur berhasil meraih sukses besar di jajaran box office,” pungkasnya.

Langkah Nguyen yang aktif dalam festival regional seperti DANAFF, serta visinya yang berkiblat pada manajemen industri film Korea, menandai era baru perfilman Asia Tenggara yang siap berkompetisi secara global melalui penguatan narasi lokal.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Selena Gomez Dan Benny Blanco Jadi Sorotan, Sebelum Menikah Buat Perjanjian