Gelap Mata karena Cemburu, Pria Di Kalteng Tega Aniaya Dan Bakar Mantan Istri Saat Berjualan

pria-bakar-mantan-istri-di-angkringan-gegerkan-warga-kobar-istimewa-1781400911370_169

Foto: Pria Bakar Mantan Istri di Angkringan Gegerkan Warga Kobar. (Istimewa)

Newestindonesia.co.id, Aksi penganiayaan tragis menggemparkan warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Seorang pria tega melakukan aksi nekat dengan memukul dan membakar mantan istri sirinya di sebuah warung angkringan tempat korban bekerja. Tindakan keji ini diduga kuat dipicu oleh rasa cemburu yang mendalam.

Peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada Sabtu (13/6/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Korban diketahui bernama Siti Juhairiyah (29), yang sehari-harinya beraktivitas di angkringan tersebut.

Kronologi Kejadian di Angkringan

Kapolsek Pangkalan Banteng, Iptu Agung Sugiarto, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi kejadian, peristiwa bermula saat korban tengah sibuk melayani pembeli di angkringan. Secara tiba-tiba, pelaku datang menghampiri tempat usaha tersebut dengan berjalan kaki.

“Korban diketahui bernama Siti Juhairiyah (29), seorang perempuan yang bekerja di kedai tersebut. Saat kejadian, korban sedang berjualan sebelum didatangi pelaku. Dugaan sementara pelaku merupakan mantan suami siri korban,” kata Iptu Agung Sugiarto, Senin (15/6/2026) dikutip melalui detikKalimantan.

Setelah pelaku tiba, situasi di angkringan langsung berubah memanas. Pertemuan antara mantan pasangan suami istri siri tersebut diwarnai ketegangan hebat hingga berujung pada aksi kekerasan fisik.

“Antara korban dan pelaku sempat terjadi cekcok. Tidak lama kemudian pelaku memukul kepala korban menggunakan sepotong kayu,” ujar Agung.

Korban Dibakar Usai Dipukul

Situasi kian tidak terkendali setelah pemukulan terjadi. Pelaku yang diduga sudah gelap mata langsung melakukan tindakan ekstrem dengan membakar tubuh korban di tempat kejadian.

Aksi kejam tersebut menyulut kepanikan warga di sekitar angkringan yang langsung berusaha memberikan pertolongan kepada korban.

Motif Asmara dan Cemburu

Pihak kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan atas insiden ini. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi-saksi, polisi mengonfirmasi bahwa akar permasalahan dari tindakan nekat pelaku adalah urusan asmara.

Baca juga:  Merasa Ditipu Rp 400 Juta, Anggota DPRD Pandeglang Tempuh Jalur Hukum

“Diduga motif asmara. Antara korban dan pelaku sempat terjadi pertengkaran,” tutur Agung.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polsek Pangkalan Banteng masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap seluruh detail kejadian serta memproses hukum pelaku atas tindakan penganiayaan berat tersebut.

(DAW)