Mulai Rp181 Per Km, Chery Beberkan Simulasi Efisiensi Biaya Operasional Mobil Listrik

Chery Omoda E5

Spesifikasi Chery Omoda E5 yang Bakal Debut Awal Februari 2023 (Arief A/Liputan6.com)

Newestindonesia.co.id, Kenaikan biaya transportasi di tengah berbagai tantangan ekonomi saat ini kian menjadi perhatian serius bagi banyak lapisan masyarakat. Menjawab kebutuhan mobilitas yang lebih efisien dan ramah kantong, PT Chery Sales Indonesia (CSI) menghadirkan solusi konkret melalui lini kendaraan listrik (EV) andalannya, yakni Chery Q, Chery J6T, dan Chery E5.

Ketiga model kendaraan setrum tersebut diklaim mampu memangkas biaya energi secara signifikan dibandingkan dengan kendaraan konvensional berbasis bahan bakar fosil. Berdasarkan simulasi internal yang dilakukan perusahaan, biaya penggunaan energi untuk ketiga model EV ini terpantau sangat kompetitif, yakni dimulai dari kisaran Rp181 saja per kilometer.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas harian, kendaraan listrik dinilai kian relevan menjadi pilihan transportasi masa depan. Pasalnya, teknologi ini menawarkan pengeluaran operasional yang jauh lebih terukur dan dapat diprediksi. Kondisi finansial yang terukur ini menjadi faktor pertimbangan penting bagi masyarakat urban yang rutin melakukan perjalanan jarak jauh, baik untuk bekerja, mengantar keluarga, maupun menunjang aktivitas harian lainnya.

Pilihan Rasional untuk Pengeluaran Lebih Efisien

Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia, Darmawan Jantania, menjelaskan bahwa dinamika ekonomi saat ini secara tidak langsung menuntut masyarakat untuk lebih cermat dalam mengelola pos pengeluaran harian, termasuk di antaranya sektor transportasi.

“Di tengah tuntutan untuk terus aktif dengan kenyamanan maksimal, masyarakat memerlukan solusi mobilitas yang efisien. Kami meyakini bahwa EV akan terus bertransformasi menjadi opsi rasional guna menunjang mobilitas di masa depan,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026).

Bagi para pekerja urban yang setiap hari harus menempuh perjalanan dari kota-kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, maupun Bogor menuju pusat aktivitas di Jakarta, biaya transportasi memakan porsi yang cukup besar dalam anggaran bulanan. Dengan rata-rata jarak tempuh pulang-pergi (PP) yang mencapai 40 hingga 60 kilometer per hari, efisiensi energi yang ditawarkan oleh kendaraan listrik memiliki potensi besar untuk memberikan penghematan yang masif.

Baca juga:  5 Rekomendasi Mobil Terbaik Untuk Keluarga Di Indonesia

Melalui kehadiran trio Chery Q, J6T, dan E5, pabrikan otomotif asal China tersebut berkomitmen menyediakan pilihan kendaraan yang tidak sekadar ramah lingkungan bebas emisi, tetapi juga efektif membantu konsumen menekan biaya operasional harian. Terlebih, kendaraan listrik secara teknis memiliki struktur mekanis dengan komponen bergerak yang jauh lebih minim dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE), sehingga kebutuhan perawatan berkala pun menjadi jauh lebih sederhana.

Simulasi Rinci Biaya Energi Harian hingga Bulanan

Untuk memberikan gambaran riil bagi calon konsumen, Chery merilis simulasi perhitungan biaya operasional berbasis tarif pengisian daya listrik rumah tangga (home charging):

  • Chery Q: Menjadi model paling efisien dengan catatan biaya energi hanya sekitar Rp181 per kilometer. Melalui hitungan ini, perjalanan harian sejauh 40 kilometer hanya menghabiskan dana Rp7.240, sedangkan jarak 60 kilometer membutuhkan biaya Rp10.860 per hari.
  • Chery E5: SUV listrik ini mengandalkan estimasi biaya energi sekitar Rp205 per kilometer. Untuk jarak tempuh harian 40 kilometer hingga 60 kilometer, pemilik hanya perlu merogoh kocek berkisar antara Rp8.200 hingga Rp12.300 per hari.
  • Chery J6T: Mengusung karakter SUV listrik bergaya boxy yang tangguh, model ini membutuhkan biaya energi berkisar antara Rp11.360 hingga Rp17.040 per hari untuk rentang jarak perjalanan harian yang sama (40-60 km).

Jika diakumulasikan ke dalam penggunaan bulanan dengan patokan estimasi jarak tempuh total sejauh 1.200 kilometer, efisiensi kendaraan listrik besutan Chery ini semakin terlihat kontras.

Dalam satu bulan, pemilik Chery Q diperkirakan hanya menghabiskan biaya pengisian daya sebesar Rp217.200. Sementara itu, untuk pemilik Chery E5 pengeluaran energi berada di angka Rp246.000 per bulan, dan bagi pengguna Chery J6T, biaya bulanan yang dikeluarkan berada di kisaran Rp340.800. Angka-angka ini menjadi bukti kuat bahwa transisi ke kendaraan listrik merupakan langkah strategis untuk mengamankan stabilitas finansial rumah tangga dari fluktuasi biaya transportasi konvensional.

(DAW)