Newestindonesia.co.id – Jakarta, Kinerja Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali menjadi sorotan setelah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberi penilaian rendah terhadap capaian kementerian tersebut. Dalam rapat kerja Komisi VII DPR di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026), anggota DPR Yoyok Riyo Sudibyo secara terbuka memberi nilai 50 dari 100 untuk kinerja Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Yoyok, yang hadir dalam rapat kerja bersama jajaran Kemenpar, mengkritik langkah kebijakan serta pengelolaan sektor pariwisata Indonesia, terutama indikator yang dinilai belum maksimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, meskipun pariwisata memiliki potensi besar sebagai penyumbang devisa negara, realisasi kebijakan pada 2025 masih menyisakan banyak tantangan.
“Saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi, Bu, sebagai mesin ekonomi,” ujar Yoyok dalam rapat dikutip melalui detikNews.
Yoyok juga menyoroti isu penggunaan anggaran kementerian yang menurutnya kurang efektif dan belum menyentuh pelaku usaha pariwisata di daerah. Dia menekankan agar anggaran penunjang sektor pariwisata tidak hanya terserap untuk kebutuhan internal kementerian atau kegiatan seperti seminar, tetapi benar-benar sampai ke grassroots industri pariwisata.
“Sampai sekarang masih ada kekhawatiran bahwa kementerian ini lebih mirip ‘event organizer nasional’ daripada lembaga yang memberikan dampak langsung kepada pelaku wisata di bawah,” tegasnya.
Selain itu, Yoyok juga mengkritik harga tiket dan infrastruktur wisata yang dinilainya belum mendukung kenyamanan dan aksesibilitas wisatawan. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi salah satu alasan pemberian nilai 50 tersebut kepada Menpar Widyanti.
Menanggapi kritik ini, Menpar Widyanti mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan penilaian tersebut karena dianggap bersifat subjektif. Ia menjelaskan bahwa penilaian tersebut datang dari satu anggota DPR di antara banyaknya anggota Komisi VII, sehingga tidak mencerminkan pandangan keseluruhan legislatif tentang kinerja kementerian.
“Oh nggak masalah, subjektif itu karena nggak semuanya menilai seperti itu,” kata Widyanti usai rapat.
Widyanti menegaskan bahwa menurut evaluasi internal Kemenpar, capaian kinerja sepanjang 2025 telah melampaui seluruh target Indikator Kinerja Utama (IKU). Dia menyebut capaian tersebut sebagai dasar penilaian kementerian atas kinerjanya.
“Dari wisatawan mancanegara (wisman) melampaui target, wisatawan nusantara (wisnus) melampaui target, tenaga kerja melampaui target, investasi melampaui target juga. Jadi menurut kami dari IKU kami, kami positif,” tutur Widyanti.
Pernyataan Widyanti mencerminkan upaya Kemenpar untuk menegaskan capaian positif di tengah pressure legislatif yang semakin meningkat terkait efektivitas kebijakan sektor pariwisata Indonesia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login