Newestindonesia.co.id, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri membongkar sindikat penipuan online atau phishing yang beroperasi lintas negara. Dalam pengungkapan ini, dua orang tersangka berhasil diamankan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kedua pelaku diketahui berinisial GWL dan FYTP. Penangkapan dilakukan setelah aparat melakukan penyelidikan mendalam terhadap aktivitas mencurigakan di ruang siber.
Pengungkapan kasus ini berawal dari patroli siber yang dilakukan aparat kepolisian. Dari hasil pemantauan, ditemukan sebuah situs yang menawarkan script atau tools phishing yang diduga digunakan untuk melakukan kejahatan siber.
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa penyelidikan kemudian mengarah pada sebuah platform bernama w3llstore.com yang terhubung dengan distribusi tools melalui bot Telegram.
“Hasilnya, tools yang diperoleh terbukti dapat digunakan untuk aksi phishing, termasuk mencuri kredensial dan mengambil alih akun korban,” kata Johnny dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, tools tersebut memungkinkan pelaku untuk menyedot data korban saat memasukkan informasi akun seperti username dan password. Bahkan, dalam beberapa kasus, pelaku dapat mengambil alih akun tanpa perlu kode verifikasi tambahan.
Polisi juga mengungkap bahwa praktik ini merupakan bagian dari jaringan kejahatan siber lintas negara. Tools yang dijual tidak hanya digunakan di dalam negeri, tetapi juga didistribusikan ke berbagai pengguna di luar Indonesia.
Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk website dan aplikasi pesan instan seperti Telegram. Sistem transaksi pun dilakukan secara daring, termasuk menggunakan metode pembayaran tertentu untuk menghindari pelacakan.
Pengungkapan sindikat ini menegaskan bahwa kejahatan phishing semakin berkembang dengan memanfaatkan teknologi yang kian canggih. Aparat kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai bentuk penipuan digital, terutama yang meminta data pribadi atau informasi akun.
Kasus ini masih terus dikembangkan untuk menelusuri jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam sindikat tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login