Wapres AS Sentil Israel: Persenjataan Kalian Dibiayai Pajak Warga Amerika

gettyimages-2281598368-612x612

WASHINGTON, DC - 18 Juni: Wakil Presiden JD Vance berbicara selama konferensi pers di Ruang Briefing Pers Brady di Gedung Putih pada 18 Juni 2026 di Washington, DC. Vance diperkirakan akan melakukan perjalanan ke Lucerne, Swiss besok untuk pembicaraan lanjutan setelah nota kesepahaman (MOU) untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran ditandatangani antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto oleh Andrew Harnik/Getty Images)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Israel memanas setelah sejumlah pejabat Israel melontarkan kritik terhadap nota kesepahaman (MoU) damai antara Washington dan Teheran.

Wakil Presiden Amerika Serikat, JD Vance, secara terbuka menyampaikan kemarahannya kepada para pejabat Israel. Ia mengingatkan bahwa Negeri Paman Sam merupakan satu-satunya sekutu kuat yang masih dimiliki Israel dan sebagian besar persenjataan negara tersebut dibiayai oleh rakyat Amerika.

Pernyataan keras itu disampaikan Vance saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih pada Kamis (18/6) waktu setempat.

JD Vance: Jangan Serang Sekutu Terakhir Kalian

Dalam pernyataannya, Vance menegaskan bahwa Presiden Donald Trump merupakan satu-satunya pemimpin dunia yang saat ini masih menunjukkan simpati kuat kepada Israel.

“Donald J Trump adalah satu-satunya kepala negara di seluruh dunia yang bersimpati kepada negara Israel saat ini, dan kebetulan dia adalah kepala negara adidaya dunia,” kata JD Vance dikutip melalui AFP dan Al Arabiya.

Menurut Vance, pemerintah Israel seharusnya berhati-hati dalam menyikapi kebijakan Washington, mengingat Amerika Serikat menjadi pendukung utama Tel Aviv di tengah situasi geopolitik yang semakin rumit.

“Jika saya berada dalam kabinet pemerintahan Israel, saya mungkin tidak akan menyerang satu-satunya sekutu kuat yang saya miliki di seluruh dunia,” tegas Vance.

Wapres AS tersebut bahkan menyinggung besarnya bantuan militer yang diterima Israel dari Washington.

“Senjata yang mereka gunakan dibeli dengan uang pajak rakyat Amerika,” ujar Vance dengan nada marah.

Kritik Israel terhadap Kesepakatan dengan Iran

Ketegangan muncul setelah sejumlah pejabat Israel mempertanyakan nota kesepahaman yang ditandatangani Amerika Serikat dan Iran.

Kesepakatan itu dianggap sebagian kalangan di Israel terlalu menguntungkan Teheran. Mereka khawatir Iran akan kembali memperkuat pengaruhnya di kawasan Timur Tengah setelah sanksi dan blokade mulai dilonggarkan.

Baca juga:  Skandal Korupsi, Dua Menteri Di Ukraina Dikabarkan Mengundurkan Diri

Namun, pemerintahan Donald Trump menilai MoU tersebut merupakan jalan terbaik untuk menghentikan konflik berkepanjangan yang telah berlangsung selama tiga bulan terakhir.

Trump Klaim AS Memiliki Militer Terkuat di Dunia

Presiden Donald Trump sendiri menepis berbagai kritik terhadap kesepakatan tersebut. Dalam wawancara dengan media Amerika Axios, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki kekuatan militer yang jauh melampaui negara lain.

“Kita memiliki militer terkuat di dunia, jauh melampaui siapa pun. Siapa lagi yang bisa melakukan blokade seperti itu?” kata Trump.

Ia juga menyebut keberhasilan kesepakatan dengan Iran bukan karena kelemahan Washington, melainkan untuk mencegah dunia jatuh ke dalam depresi ekonomi global.

Ketika ditanya mengenai batas kekuasaannya sebagai presiden setelah perang dengan Iran, Trump menjawab:

“Tidak ada batasan. Saya belum memetik pelajaran tersebut. Saya tahu ada batasan, tetapi tidak ada batasan. Kita telah mengalahkan mereka sepenuhnya secara militer.”

Isi Kesepakatan AS-Iran

MoU antara Amerika Serikat dan Iran ditandatangani secara jarak jauh oleh Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6) waktu setempat.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah poin penting, antara lain:

1. Mengakhiri permusuhan secara permanen

Perjanjian itu mengakhiri konflik di berbagai front, termasuk di Lebanon.

2. Gencatan senjata selama 60 hari

Kedua negara sepakat menerapkan penghentian sementara konflik guna membuka ruang diplomasi lebih lanjut.

3. Pencabutan blokade terhadap Iran

Amerika Serikat akan menghentikan blokade yang selama ini diberlakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

4. Pembukaan kembali Selat Hormuz

Jalur pelayaran strategis yang menjadi pusat distribusi minyak dunia kembali dibuka sehingga perdagangan internasional dapat berjalan normal.

5. Program rekonstruksi senilai US$300 miliar

Kesepakatan tersebut juga mencakup pembahasan rencana pembangunan kembali Iran dengan nilai mencapai 300 miliar dolar AS.

Baca juga:  Elon Musk Resmi Mundur Dari Pemerintahan Trump, Merasa Frustasi

6. Pemulihan ekonomi Iran

Teheran akan memperoleh kesempatan bergabung kembali ke dalam sistem ekonomi global selama memenuhi seluruh komitmen yang telah disepakati.

Trump Sebut Perang Bisa Memicu Depresi Dunia

Trump mengatakan dirinya sebenarnya bisa saja melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Namun langkah tersebut dinilai hanya akan memperburuk kondisi ekonomi global.

“Satu-satunya cara saya bisa bersikap lebih keras adalah jika saya masuk ke sana selama dua atau tiga minggu lagi dan terus membombardir mereka habis-habisan.”

Ia menambahkan:

“Tetapi apa yang akan kita dapatkan? Selat Hormuz tidak akan dibuka. Kita tidak akan memiliki minyak selama berbulan-bulan. Ini adalah jenis hal yang dapat menyebabkan depresi di seluruh dunia.”

Hubungan AS-Israel Memasuki Babak Baru

Pernyataan keras JD Vance terhadap Israel menunjukkan adanya dinamika baru dalam hubungan kedua negara. Meski Washington tetap menjadi sekutu utama Tel Aviv, pemerintahan Donald Trump tampaknya tidak segan mengkritik Israel ketika kebijakan mereka dianggap bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat.

Situasi ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting dalam percaturan politik dan keamanan Timur Tengah dalam beberapa bulan mendatang, terutama setelah tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement