Respons Sorotan MSCI, BEI Janji Perketat Pengawasan Untuk Cegah Praktik Goreng Saham

1000049097.jpg

Arsip Foto - Pekerja melihat gawainya di dekat layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (28/6/2024). ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/tom/am.

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersiap melakukan reformasi besar-besaran pada sistem pasar saham domestik. Langkah strategis ini difokuskan untuk mencegah praktik manipulasi perdagangan atau aksi “goreng saham” yang baru-baru ini kembali menjadi sorotan lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Pjs. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa pembenahan komprehensif ini akan mencakup tiga aspek utama, yakni perbaikan infrastruktur perdagangan, peninjauan kembali regulasi yang berlaku, hingga pengetatan pengawasan transaksi di pasar modal.

“Ke depannya diharapkan pengawasan akan menjadi lebih efektif ya, sehingga catatan terkait dengan manipulasi, orchestrated trading, ya itu ke depan akan lebih baik lagi penanganannya,” ujar Jeffrey saat memberikan keterangan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Kendati pengawasan akan diperketat demi memberantas transaksi semu, Jeffrey menegaskan bahwa prioritas bursa tidak akan mengabaikan aspek kenyamanan bertransaksi. BEI berkomitmen untuk menyeimbangkan penegakan integritas pasar dengan pemeliharaan aktivitas perdagangan agar pasar modal Indonesia tetap kompetitif di mata para investor.

“Tetapi di sisi lain, likuiditas pasar tetap kita jaga dengan baik,” tambah Jeffrey.

Langkah responsif otoritas bursa ini dipicu oleh rilis laporan tahunan bertajuk MSCI 2026 Global Market Accessibility Review. Dalam laporan tersebut, MSCI secara spesifik memberikan catatan kritis mengenai keterbatasan transparansi serta indikasi manipulasi harga di pasar saham Indonesia.

“Masalah terkait kelayakan investasi masih ada akibat keterbatasan transparansi dalam struktur kepemilikan saham serta perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu pembentukan harga yang wajar. Informasi pasar saham yang terperinci tidak selalu diungkapkan dalam bahasa Inggris,” tulis MSCI dalam laporan terbarunya.

Melalui reformasi pengawasan dan pembenahan sistem keterbukaan informasi ini, BEI berharap dapat meningkatkan standar tata kelola pasar modal nasional sekaligus menjawab ekspektasi tinggi dari komunitas investor institusi global.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Gaji Polisi Indonesia 2026 Terbaru: Rincian Per Pangkat & Tunjangan Lengkap