Newestindonesia.co.id, Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah sejumlah menteri senior Israel memberikan sinyal kuat untuk melanjutkan serangan militer terhadap Iran. Pernyataan ini muncul menyusul kegagalan perundingan damai yang melibatkan Teheran dan Amerika Serikat (AS).
Sebelumnya, konfrontasi bersenjata antara aliansi AS-Israel melawan Iran sempat mereda berkat kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang berlaku sejak Selasa (7/4). Namun, masa tenang tersebut kini terancam berakhir tanpa hasil yang konkret di meja diplomasi.
Menteri Energi Israel, Eli Cohen, menegaskan bahwa posisi Israel sangat bergantung pada perkembangan isu nuklir di tingkat internasional. Ia pun memuji ketegasan Presiden AS Donald Trump dalam menangani ambisi nuklir Teheran.
“Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa (Presiden AS Donald) Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini,” ujar Cohen sebagaimana dikutip dari harian Yedioth Ahronoth via Anadolu Agency, Senin (13/4/2026).
Cohen secara gamblang menyatakan bahwa kekuatan militer tetap menjadi opsi utama jika jalur diplomasi menemui jalan buntu. “Jika tidak ada kesepakatan, Iran dapat diserang,” tegasnya.
Perluasan Target ke Lebanon
Tak hanya menyasar Iran, Cohen juga memberikan pandangan keras terkait situasi di Lebanon. Di tengah upaya militer Israel memperluas operasi melawan kelompok Hizbullah, ia menyarankan agar Tel Aviv tidak membatasi target hanya pada instalasi militer.
“Saya telah mengatakan hal ini di kabinet. Saya tidak melihat peluang keberhasilan yang tinggi untuk negosiasi ini,” ucap Cohen merujuk pada rencana pertemuan di Washington DC pada Selasa (14/4) yang bertujuan mengamankan gencatan senjata dengan Lebanon. Ia mendorong Israel untuk juga menyasar fasilitas sipil dan infrastruktur nasional Lebanon jika diperlukan.
Satu Suara dengan Washington
Senada dengan Cohen, Menteri Ekonomi Israel Nir Barkat menyatakan optimismenya bahwa Amerika Serikat akan bertindak tegas untuk mencapai target perang melawan Iran. Menurut Barkat, pihak Teheran telah meremehkan komitmen pemimpin kedua negara.
“Para pejabat Iran tidak memahami tekad Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kita akan kembali berperang dan mencapai tujuannya,” kata Barkat dalam wawancaranya dengan Channel 14.
Dukungan serupa juga mengalir dari Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel, Miki Zohar. Melalui unggahan di media sosial X, Zohar menekankan bahwa koordinasi antara Washington dan Tel Aviv sangat solid, terutama dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Kenaikan tensi ini dipicu oleh kegagalan perundingan maraton selama 21 jam di Islamabad, Pakistan. Mediator dari pihak Pakistan gagal membawa AS dan Iran pada kesepakatan final untuk memperpanjang atau mempermanenkan gencatan senjata yang ada.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login