Newestindonesia.co.id, Pemerintah Indonesia memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan dan segera dipulangkan ke Tanah Air.
Kesembilan relawan tersebut kini telah tiba di Istanbul, Turki, setelah menjalani proses deportasi dari wilayah Israel. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri RI terus mengawal proses pemulangan hingga seluruh WNI tiba dengan selamat di Indonesia.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan rasa syukur atas pembebasan para relawan Indonesia yang tergabung dalam misi kemanusiaan internasional tersebut.
“Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa 9 warga negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air,” ujar Sugiono dalam keterangannya.
Sugiono juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Turki yang dinilai memiliki peran penting dalam memfasilitasi pembebasan dan proses pemulangan para WNI.
“Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini,” lanjutnya.
Ditangkap Saat Misi Kemanusiaan
Sebelumnya, armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla dicegat militer Israel pada Senin (18/5) saat membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza. Sejumlah relawan dari berbagai negara ditangkap, termasuk sembilan WNI yang berada dalam rombongan tersebut.
Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebut seluruh delegasi Global Sumud Flotilla dan Freedom Flotilla Coalition yang sempat ditahan di Penjara Ktziot kini telah dibebaskan.
“Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot telah dibebaskan dari fasilitas penahanan Israel,” kata Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy.
Menurut GPCI, proses pembebasan dilakukan melalui koordinasi internasional yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah Indonesia dan Turki.
Sempat Mengalami Kekerasan Fisik
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Istanbul mengungkapkan kondisi terkini sembilan relawan Indonesia tersebut. Meski dalam kondisi sehat, para relawan disebut sempat mengalami tindakan kekerasan fisik selama penahanan.
Kepala Perwakilan KJRI Istanbul, Darianto Harsono, mengatakan para WNI kini telah berada bersama pihak konsulat Indonesia di Turki.
“Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Darianto.
Namun demikian, ia mengungkapkan adanya perlakuan tidak manusiawi yang dialami para relawan selama ditahan aparat Israel.
“Memang mereka mengalami kekerasan fisik, bahkan ada yang mengalami penyetruman,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut memperkuat kecaman pemerintah Indonesia terhadap tindakan aparat Israel yang dinilai melanggar hukum humaniter internasional.
Pemerintah Indonesia Kecam Israel
Menlu Sugiono menegaskan pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan Israel terhadap para relawan sipil yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.
“Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan. Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” tegas Sugiono.
Ia mengatakan pembebasan para relawan merupakan hasil kerja intensif pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasi internasional. Kementerian Luar Negeri RI disebut mengoptimalkan koordinasi melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, hingga KJRI Istanbul.
Sugiono juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI atas arahan yang diberikan dalam proses penyelamatan para WNI tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia yang telah mendoakan keselamatan para saudara-saudara kita yang ditangkap ini, dan terima kasih juga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya sehingga proses ini bisa berlangsung dengan lancar,” katanya.
Tiba di Istanbul dan Video Call dengan Menlu
Setelah dibebaskan, sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla langsung diterbangkan menuju Istanbul, Turki. Mereka kemudian melakukan komunikasi langsung melalui video call dengan Menlu Sugiono.
“Konjen RI di Istanbul saat ini telah bersama dengan 9 relawan WNI yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0. Saya juga senang dapat berkomunikasi langsung dengan teman-teman para relawan melalui video call,” ujar Sugiono melalui akun media sosial resminya.
Pemerintah memastikan seluruh proses pemulangan akan terus dikawal hingga para relawan tiba kembali di Indonesia dalam kondisi aman dan sehat.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


