Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

Kecelakaan Kereta Bekasi: KNKT Sebut Masinis Sudah Lakukan Pengereman Sejak 1.300 Meter

Foto: Sejumlah petugas SAR gabungan melakukan evakuasi gerbong KRL yang hancur akibat kecelakaan setelah menabrak kereta jarak jauh Argo Bromo di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Selasa (28/4/2026). (Pradita Utama / detikfoto)

Newestindonesia.co.id, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan hasil investigasi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur, Jawa Barat, dapat rampung dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. Investigasi dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh penyebab tabrakan yang menewaskan belasan penumpang tersebut.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengatakan proses investigasi masih berlangsung dan melibatkan pengumpulan data teknis, pemeriksaan sistem persinyalan, hingga analisis komunikasi operasional sebelum kecelakaan terjadi.

“Kita berharap kalau semuanya lancar antara 2 sampai 3 bulan lah,” ujar Soerjanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5/2026) dikutip melalui detikNews.

Menurut Soerjanto, KNKT masih mendalami sejumlah faktor yang diduga berkontribusi terhadap kecelakaan, termasuk respons pusat pengendali perjalanan kereta api (Pusdal) di Manggarai dan tindakan masinis sesaat sebelum tabrakan terjadi.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Masinis Disebut Sudah Melakukan Pengereman

Dalam keterangannya, Soerjanto menjelaskan bahwa masinis KA Argo Bromo Anggrek sebenarnya telah melakukan pengereman setelah menerima informasi adanya kondisi darurat di jalur depan.

Ia menyebut masinis mulai mengurangi laju kereta dari jarak sekitar 1.300 meter sebelum titik benturan.

“Tadi saya sampaikan bahwa dari jarak 1.300 meter setelah menerima berita bahwa di depan ada temperan, masinis sudah melakukan pengereman,” kata Soerjanto.

Namun, menurut dia, pusat pengendali di Manggarai saat itu belum mengetahui secara detail kondisi lapangan karena komunikasi yang diterima hanya melalui sambungan suara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Karena situasinya di Pusdal itu tidak tahu yang sebenarnya karena komunikasinya lewat suara saja,” lanjutnya.

KNKT menyebut Pusdal menginstruksikan masinis untuk melakukan pengereman secara bertahap sambil membunyikan semboyan 35 atau klakson peringatan.

Baca juga:  Kejagung Cegah Nadiem Makarim Ke Luar Negeri Demi Kelancaran Penyidikan Dugaan Korupsi Laptop Chromebook

“Cuma memberi tahu bahwa ada temperan di depan, rem-rem dikit terus kemudian banyak-banyak melakukan semboyan 35,” ujar Soerjanto.

Instruksi tersebut kemudian direspons oleh masinis dengan melakukan pengereman sesuai arahan pengendali operasi perjalanan kereta.

Advertisement. Scroll to continue reading.

KNKT Soroti Keterbatasan Informasi di Pusat Kendali

Soerjanto menegaskan bahwa pengendali operasi di Pusdal saat itu mengambil keputusan berdasarkan informasi terbatas yang diterima dari lapangan. Karena belum mengetahui tingkat keparahan situasi, pengendali memilih langkah antisipatif dengan meminta masinis mengurangi kecepatan.

“Ya karena memang di Pusdal kan temperan seperti apa mereka belum tahu kondisi lapangan seperti apa,” katanya.

KNKT kini tengah menganalisis apakah prosedur komunikasi dan pengambilan keputusan operasional telah berjalan sesuai standar keselamatan perkeretaapian.

Selain itu, investigasi juga mencakup evaluasi sistem persinyalan, mekanisme pemberhentian kereta, hingga koordinasi antarpetugas di lapangan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jeda Kecelakaan Hanya 3 Menit 43 Detik

Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, KNKT juga mengungkap bahwa rangkaian peristiwa sebelum tabrakan besar itu berlangsung sangat cepat.

Soerjanto menjelaskan kecelakaan bermula ketika sebuah taksi Green SM mengalami mogok di perlintasan sebidang dekat Bekasi Timur dan tertemper KRL pada pukul 20.52 WIB.

Akibat insiden tersebut, salah satu KRL terhenti di jalur rel. Dalam waktu singkat, KA Argo Bromo Anggrek yang melintas dari arah Jakarta kemudian menabrak KRL tersebut.

“Jadi antara tabrakan KA 5181 dengan taksi dan jeda waktu dengan KA Bromo Anggrek tabrakan dengan Commuter Line 5568 sekitar 3 menit 43 detik,” ungkap Soerjanto.

Advertisement. Scroll to continue reading.

KNKT menilai rentang waktu yang sangat singkat menjadi salah satu tantangan besar dalam upaya pencegahan kecelakaan lanjutan saat kondisi darurat terjadi di jalur rel.

Baca juga:  Mengenal ASN Digital: Pilar Transformasi Pelayanan Publik Di Era Digital

Polisi Tetapkan Sopir Taksi Jadi Tersangka

Sementara itu, Satlantas Polres Metro Bekasi Kota telah menetapkan sopir taksi Green SM sebagai tersangka dalam insiden awal yang memicu rangkaian kecelakaan tersebut.

Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Gefri Agitia, mengatakan pengemudi dikenai Pasal 310 ayat 1 terkait kelalaian yang menyebabkan kerugian materiil.

“Betul. Kita sudah tetapkan sebagai tersangka sopir taksinya,” kata Gefri kepada wartawan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Meski demikian, polisi tidak melakukan penahanan karena ancaman hukuman dalam pasal tersebut di bawah lima tahun penjara.

Polisi juga menegaskan bahwa penanganan kasus kecelakaan taksi dan investigasi tabrakan kereta merupakan dua proses berbeda yang ditangani institusi berbeda.

Korban Tewas Capai 16 Orang

Kecelakaan maut yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 tersebut menjadi salah satu tragedi perkeretaapian terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia.

Data terbaru menyebutkan sebanyak 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat tabrakan tersebut. Sebagian besar korban berada di gerbong KRL yang mengalami benturan paling parah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Proses evakuasi sempat berlangsung dramatis selama berjam-jam karena sejumlah penumpang terjebak di dalam gerbong yang ringsek.

PT KAI, KAI Commuter, Kementerian Perhubungan, hingga KNKT langsung melakukan investigasi dan evaluasi menyeluruh pascakejadian.

KNKT memastikan hasil investigasi nantinya akan berisi rekomendasi keselamatan yang wajib ditindaklanjuti operator maupun regulator transportasi guna mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi di masa mendatang.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Indonesia memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah dibebaskan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan seorang pengusaha tambang bauksit di Kalimantan Barat sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola izin usaha pertambangan...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) karena memilih berada di luar pemerintahan. Menurut Prabowo, langkah politik...

Regional

Newestindonesia.co.id, Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan keterlibatan warga negara asing (WNA) dalam kasus prostitusi anak dan eksploitasi seksual di wilayah Jakarta dan Bekasi....

Nasional

Newestindonesia.co.id, Sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, kembali bergulir di Pengadilan Militer...

Bisnis

Newestindonesia.co.id, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri kembali mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada awal 2026. Emiten berkode saham BMRI tersebut berhasil...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak membantah adanya instruksi dari TNI Angkatan Darat untuk membubarkan kegiatan nonton bareng (nobar) film dokumenter...

Nasional

Newestindonesia.co.id, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan di berbagai wilayah Indonesia pada periode 15 hingga 21 Mei 2026....

Advertisement