Newestindonesia.co.id, Serangan udara Israel kembali mengguncang wilayah Lebanon selatan pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat. Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas setelah rentetan serangan menghantam sejumlah area di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan perbatasan Israel-Lebanon. Di saat bersamaan, militer Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi baru bagi warga sipil yang tinggal di beberapa wilayah selatan Lebanon.
Laporan media internasional menyebutkan bahwa serangan terbaru tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik yang terus berlangsung meski sebelumnya telah ada upaya gencatan senjata. Serangan udara dilaporkan menyasar beberapa lokasi yang disebut Israel sebagai area operasi kelompok Hezbollah. Namun, korban sipil kembali berjatuhan dalam serangan tersebut.
Menurut otoritas kesehatan Lebanon, enam korban tewas berasal dari wilayah berbeda di Lebanon selatan yang terkena dampak langsung serangan udara Israel. Selain korban meninggal, sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka dan beberapa bangunan mengalami kerusakan berat.
Militer Israel mengklaim operasi tersebut dilakukan untuk menargetkan infrastruktur dan posisi Hezbollah yang dianggap mengancam keamanan wilayah Israel utara. Perintah evakuasi baru juga dikeluarkan kepada warga di sejumlah desa dekat perbatasan guna menghindari risiko serangan lanjutan.
Situasi di Lebanon selatan dalam beberapa pekan terakhir memang terus memanas. Israel berulang kali melancarkan serangan udara dengan alasan memburu anggota Hezbollah dan menghancurkan fasilitas militer kelompok tersebut. Di sisi lain, Hezbollah juga terus melakukan serangan balasan ke wilayah Israel.
Media Al Jazeera seperti dikutip Senin, 25 Mei 2026 melaporkan bahwa serangan terbaru terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap kedua pihak untuk menahan diri agar konflik tidak berkembang menjadi perang regional yang lebih luas. Namun hingga kini, bentrokan dan serangan lintas batas masih terus berlangsung hampir setiap hari.
Warga sipil kembali menjadi pihak paling terdampak dalam konflik berkepanjangan tersebut. Banyak keluarga dilaporkan mulai meninggalkan rumah mereka setelah perintah evakuasi diumumkan. Sebagian lainnya memilih bertahan meski khawatir serangan susulan akan kembali terjadi sewaktu-waktu.
Dalam laporan sebelumnya, serangan Israel di Lebanon selatan juga telah menyebabkan ratusan korban jiwa sejak gencatan senjata diberlakukan pada pertengahan April 2026. Infrastruktur sipil seperti rumah warga, fasilitas kesehatan hingga jalan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat intensitas serangan yang meningkat.
Kondisi kemanusiaan di Lebanon selatan juga semakin memburuk. Ribuan warga dilaporkan mengungsi dari desa-desa perbatasan untuk mencari tempat yang lebih aman. Organisasi kemanusiaan internasional memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat memicu krisis kemanusiaan baru di kawasan tersebut.
Sementara itu, komunitas internasional terus menyerukan penghentian kekerasan dan perlindungan terhadap warga sipil. Sejumlah negara mendesak Israel dan Hezbollah untuk kembali menghormati kesepakatan gencatan senjata demi mencegah meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


