Bantah Tekan Gianni Infantino, Trump Sebut Insiden Balogun Hanya Tabrakan Dua Atlet
Donald Trump (Foto: REUTERS/Aaron Schwartz)
Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kini tengah menjadi sorotan dunia sepak bola internasional setelah secara terbuka mengakui dirinya melakukan intervensi dengan menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino. Langkah tersebut diambil guna meminta peninjauan ulang atas hukuman kartu merah yang diterima oleh penyerang andalan Tim Nasional (Timnas) AS, Folarin Balogun.
Meskipun menuai kritik tajam dan gelombang protes dari berbagai pihak, termasuk dari federasi sepak bola negara kompetitor, Trump menegaskan bahwa apa yang dilakukannya sudah berada di koridor yang tepat. Trump menilai insiden yang menimpa Balogun dalam laga melawan Bosnia-Herzegovina di babak sebelumnya bukanlah sebuah pelanggaran berat yang pantas diganjar kartu merah langsung.
“Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan ulang, karena menurut saya itu bukan pelanggaran. Saya melihat pertandingan itu. Itu bukan pelanggaran. Itu hanya dua orang yang berlari dengan kecepatan penuh dan secara kebetulan saling bertabrakan,” kata Trump saat memberikan keterangan kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, sebagaimana dikutip dari rangkaian laporan AFP (7/7).
Menurut pandangan Trump, peristiwa di lapangan hijau tersebut murni merupakan insiden fisik yang melibatkan dua atlet hebat, yakni Folarin Balogun dan bek Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic, yang saling terjerat saat sama-sama mengejar bola. Trump bersikeras bahwa penyerang yang telah mengemas tiga gol sepanjang turnamen tersebut tidak memiliki niat buruk sama sekali untuk mencederai lawan.
“Menurut saya, itu adalah dua atlet hebat yang bertabrakan dan saling terjerat,” tambah pria berusia 80 tahun tersebut.
Serang Kredibilitas Wasit
Tidak berhenti pada pembelaan terhadap pemainnya, Donald Trump juga melontarkan kritik pedas yang mempertanyakan kredibilitas dan rekam jejak wasit yang memimpin pertandingan tersebut. Ia secara blak-blakan menaruh kecurigaan atas keputusan sang pengadil lapangan yang dinilai merugikan kubu tuan rumah.
“Wasit ini, agak mencurigakan jika Anda memeriksa rekam jejaknya. Saya sebenarnya enggan mengatakannya karena saya tidak suka memicu kontroversi, tetapi dia sangat mencurigakan. Dia membuat keputusan yang sulit dipercaya oleh siapa pun,” cetus Trump.
Ia juga menambahkan opininya melalui wawancara terpisah yang dikutip oleh ESPN, “Saya tidak berpikir itu pelanggaran. Itu bahkan bukan pelanggaran ringan… wasit ini memang sedikit mencurigakan jika Anda memeriksa rekam jejaknya. Dia membuat keputusan yang tidak dapat dipercaya siapa pun. Balogun adalah pemain terbaik kami, atau salah satu pemain terbaik kami. Dan dia memberinya kartu merah. Saya tidak tahu apa artinya itu.”
Lebih lanjut, Trump mempermasalahkan sistem hukuman akumulasi sanksi dalam sepak bola yang membuatnya sempat merasa bingung. Baginya, melarang seorang pemain tampil di pertandingan krusial berikutnya akibat insiden di laga sebelumnya adalah sebuah ketidakadilan.
“Memberikan hukuman untuk pertandingan yang baru saja berlangsung itu satu hal. Tetapi, bagaimana bisa Anda menghukum mereka untuk pertandingan yang bahkan belum dimainkan? Itu sangat tidak adil,” ucap Presiden AS itu.
Puji FIFA dan Bantah Beri Tekanan
Menyusul pembicaraan langsung antara Trump dan Infantino, komisi disiplin FIFA akhirnya mengambil keputusan kontroversial dengan mengumumkan bahwa hukuman larangan bertanding bagi Balogun ditangguhkan. Keputusan ini secara otomatis membuat Balogun bisa turun membela Timnas AS dalam laga krusial babak 16 besar melawan Belgia.
Trump pun segera melayangkan pujian tinggi atas respons cepat otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut, sembari menolak tuduhan bahwa dirinya telah menyalahgunakan kekuasaan politik untuk menekan FIFA.
“Saya pikir mereka (FIFA) mengambil keputusan yang sangat brilian. Saya tidak memberi tahu mereka tentang apa yang harus dilakukan. Saya tidak bisa memberi tahu mereka tentang apa yang harus dilakukan,” tegas Trump, mencoba meluruskan spekulasi yang beredar.
Trump memuji sosok Gianni Infantino sebagai pemimpin yang berintegritas dan memiliki reputasi global yang solid. “Saya cuma meminta ditinjau ulang lagi hukumannya. Saya tidak menyuruhnya melakukan itu kok. Pria ini adalah pria yang cerdas dan tangguh, Gianni Infantino. Dia adalah pria yang cerdas dan tangguh, dan reputasinya telah mendunia karena pekerjaannya sangat bagus. Saya merasa kita semua harus melihat aksi pemain terbaik di lapangan,” tuturnya.
Merasa AS Bukan Diuntungkan
Merespons narasi global yang menyebut Amerika Serikat mendapat ‘keuntungan sepihak’ atau privilege khusus dari FIFA akibat intervensi politik ini, Trump memberikan pembelaan balik. Menurutnya, Timnas AS justru sudah cukup terhukum karena harus menyelesaikan sisa waktu pertandingan knockout sebelumnya dengan 10 pemain.
“Saya rasa (sanksi) itu akan meninggalkan noda besar. Saya tidak bisa mendikte keputusan mereka. Saya percaya bukan mereka yang memutuskan, saya yakin keputusan itu diambil oleh komisi disiplin. Itu keputusan yang tepat,” kilah Trump.
Ia menggarisbawahi bahwa posisi Amerika Serikat dalam polemik ini bukanlah sebagai pihak yang diuntungkan maupun pihak yang melakukan kecurangan.
“Kalau ada yang dirugikan dalam situasi ini, justru itu adalah Amerika Serikat. Adakah yang bisa membenarkan anggapan bahwa kami tidak dihukum? Maksud saya, bermain 30 sampai 35 menit dengan sepuluh pemain di laga knockout Piala Dunia? Itu bukan keuntungan buat kami. Pada akhirnya, kami bukan korban, tapi kami juga bukan penjahat dalam cerita ini,” pungkasnya.
Dengan penangguhan ini, Balogun dipastikan mengisi lini depan AS. Trump pun menutup pernyataannya dengan nada menantang namun sportif menjelang laga kontra Belgia. “Kita akan memiliki tim lengkap, dan Belgia akan memiliki tim lengkap, dan tahukah Anda? Jika mereka mengalahkan kita, maka mereka bisa sangat bangga,” tutup Trump.
(DAW)
