Newestindonesia.co.id, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa proposal kesepakatan yang tengah dinegosiasikan dengan Iran secara jelas melarang Teheran memiliki senjata nuklir. Pernyataan tersebut disampaikan Trump untuk membantah sejumlah laporan media yang menyebut rancangan kesepakatan itu tidak membahas isu nuklir secara memadai.
Dilansir melalui Anadolu Agency, Trump menyampaikan penegasan tersebut melalui akun media sosial Truth Social miliknya pada Minggu (31/5) waktu setempat. Dalam unggahannya, Trump menekankan bahwa larangan terhadap kepemilikan senjata nuklir oleh Iran menjadi bagian utama dari proposal yang diajukan Washington.
“Kesepakatan yang diusulkan menyatakan, dengan sangat jelas, bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” tulis Trump dalam pernyataannya.
Menurut Trump, dokumen yang tengah dibahas tidak hanya memuat larangan kepemilikan senjata nuklir, tetapi juga mengatur berbagai aspek lain yang berkaitan dengan program nuklir Iran secara rinci.
“Kemudian dilanjutkan, dengan sangat detail dan panjang lebar, untuk membahas berbagai aspek lainnya dari nuklir. Bahkan, itulah sebagian besar isi perjanjian tersebut,” kata Trump.
Pernyataan itu muncul setelah laporan sejumlah media Amerika Serikat, termasuk CNN, yang menggambarkan kerangka kerja kesepakatan tersebut belum secara memadai mengatur isu nuklir Iran. Trump secara terbuka menolak karakterisasi tersebut dan menuduh sejumlah media telah salah menafsirkan isi proposal yang sedang dinegosiasikan.
Kesepakatan Masih Menunggu Keputusan Akhir
Sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa dirinya masih mempertimbangkan keputusan final terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran. Ia bahkan menggelar pertemuan di Situation Room Gedung Putih untuk membahas langkah selanjutnya dalam proses negosiasi.
Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, Trump berulang kali menegaskan bahwa syarat utama kesepakatan adalah komitmen Iran untuk tidak pernah mengembangkan atau memiliki senjata nuklir. Ia juga menyebut isu pengelolaan uranium yang diperkaya menjadi salah satu poin penting dalam pembahasan antara kedua negara.
Trump bahkan menegaskan bahwa dirinya tidak akan menandatangani perjanjian apa pun jika hasil akhirnya tidak menjamin Iran benar-benar kehilangan kemampuan untuk memperoleh senjata nuklir.
Iran Beri Sinyal Berbeda
Di sisi lain, pemerintah Iran masih memberikan sinyal berbeda terkait perkembangan negosiasi. Teheran sebelumnya membantah laporan yang menyebut nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Amerika Serikat telah mencapai tahap finalisasi.
Sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran menyatakan bahwa draf kesepakatan masih dalam tahap pembahasan dan belum disepakati secara final.
“Draf belum mencapai finalisasi,” demikian pernyataan sumber yang dikutip kantor berita Tasnim.
Iran juga menegaskan bahwa jika memang telah tercapai kesepakatan final, pemerintah akan mengumumkannya secara resmi kepada mediator maupun publik internasional. Hingga kini, negosiasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung dengan sejumlah isu strategis yang belum mencapai titik temu.
Ketegangan antara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir terus meningkat, terutama terkait program nuklir Iran dan keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Meski demikian, kedua pihak masih membuka ruang diplomasi untuk mencapai kesepakatan yang dapat meredakan konflik dan mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


