Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Internasional

Dunia Waspada, Produksi Senjata Nuklir Korea Utara Melonjak

Uji coba rudal balistik antarbenua Korea Utara (Foto: KCNA via REUTERS)

Newestindonesia.co.id, Produksi senjata nuklir Korea Utara kembali menjadi perhatian dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyoroti adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan negara tersebut dalam mengembangkan senjata nuklir.

Di tengah memanasnya konflik global, termasuk perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran, Korea Utara justru disebut terus memperkuat kapasitas militernya secara diam-diam.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengungkapkan bahwa pihaknya melihat perkembangan yang mengkhawatirkan terkait aktivitas nuklir Pyongyang.

“peningkatan yang sangat serius” dalam kemampuan Korut untuk memproduksi senjata nuklir.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurut Grossi, indikasi tersebut terlihat dari aktivitas sejumlah fasilitas nuklir, termasuk di kompleks Yongbyon yang menjadi pusat program nuklir Korea Utara.

Aktivitas Reaktor Yongbyon Meningkat

IAEA mencatat adanya lonjakan aktivitas di reaktor Yongbyon, yang sebelumnya sempat dinonaktifkan namun kembali beroperasi sejak 2021. Fasilitas ini diketahui memiliki peran penting dalam produksi bahan nuklir.

“Dalam penilaian berkala kami, kami dapat mengkonfirmasi bahwa ada peningkatan pesat dalam operasi reaktor Yongbyon,” ujar Grossi dikutip AFP melalui detikNews (16/4).

Selain reaktor utama, aktivitas juga meningkat di unit pengolahan ulang serta reaktor air ringan di lokasi yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa Korea Utara tidak hanya mempertahankan, tetapi juga memperluas kemampuan infrastrukturnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Semua itu menunjukkan peningkatan yang sangat serius dalam kemampuan DPRK di bidang produksi senjata nuklir, yang diperkirakan mencapai beberapa lusin hulu ledak,” katanya.

Intelijen Soroti Pengayaan Uranium

Badan intelijen Korea Selatan menyebut bahwa Korea Utara diduga mengoperasikan sejumlah fasilitas pengayaan uranium. Proses ini merupakan tahapan krusial dalam pembuatan hulu ledak nuklir.

Langkah tersebut memperkuat dugaan bahwa negara yang terisolasi secara diplomatik ini terus mengembangkan program senjata strategisnya meski berada di bawah sanksi internasional.

Baca juga:  Iran Murka Setelah Proposal Ditolak Trump, Ancam Respons Militer Besar

Sejak melakukan uji coba nuklir pertamanya pada 2006, Korea Utara memang telah menjadi subjek berbagai sanksi dari Dewan Keamanan PBB. Namun, Pyongyang secara konsisten menegaskan tidak akan menghentikan program nuklirnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dugaan Keterlibatan Rusia Belum Terbukti

Dalam konferensi pers tersebut, Grossi juga menanggapi spekulasi terkait kemungkinan dukungan Rusia terhadap program nuklir Korea Utara.

IAEA belum melihat “sesuatu yang khusus dalam hal itu”.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai hubungan militer antara kedua negara semakin erat, terutama setelah Korea Utara dilaporkan mengirimkan bantuan militer untuk mendukung invasi Rusia ke Ukraina.

Sebagai imbalannya, Pyongyang diduga memperoleh bantuan teknologi militer, meski belum ada bukti konkret yang dikonfirmasi oleh badan internasional.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Uji Coba Rudal Terus Berlanjut

Di sisi lain, Korea Utara juga terus menguji kemampuan militernya melalui peluncuran rudal. Dalam latihan terbaru, negara tersebut menguji rudal jelajah dan rudal antikapal yang diluncurkan dari kapal perang.

Uji coba ini diawasi langsung oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan menjadi bagian dari rangkaian peluncuran senjata dalam beberapa waktu terakhir.

Langkah tersebut semakin mempertegas posisi Korea Utara sebagai salah satu negara dengan kemampuan nuklir aktif yang terus berkembang, sekaligus menambah kekhawatiran komunitas internasional terhadap stabilitas keamanan global.

(DAW)

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Finansial

Newestindonesia.co.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah menggelontorkan dana hingga Rp2 triliun per hari untuk membantu Bank Indonesia (BI) menjaga stabilitas nilai tukar...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan setelah bergerak melemah hingga menyentuh level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Kasus dugaan spionase kembali mengguncang Amerika Serikat. Kali ini, sorotan tertuju pada mantan Wali Kota Arcadia, California, bernama Eileen Wang yang mengaku bertindak...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Sebuah batu ruby raksasa seberat 11.000 karat ditemukan di wilayah Mogok, Myanmar, kawasan yang dikenal sebagai pusat tambang batu mulia dunia. Penemuan tersebut...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru yang diajukan Teheran terkait upaya mengakhiri konflik...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan politik besar setelah hampir 80 anggota parlemen dari Partai Buruh mendesaknya untuk mengundurkan diri dari jabatan...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Ukraina kembali dihantam serangan drone Rusia hanya beberapa saat setelah masa gencatan senjata tiga hari berakhir. Serangan terbaru itu menyasar ibu kota Kyiv...

Internasional

Newestindonesia.co.id, Sebuah dokumenter tentang Gaza yang sebelumnya ditangguhkan penayangannya oleh penyiar publik Inggris, BBC, justru berhasil memenangkan penghargaan bergengsi BAFTA TV Awards 2026. Kemenangan...

Advertisement