China Kecam Serangan Yang Tewaskan Ali Larijani, Desak Hentikan Operasi Militer

0
as-geram-china-melawan-terus-langsung-patok-tarif-impor-125-1744279788358_169

Jubir Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian. (REUTERS/Tingshu Wang)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Pemerintah China mengutuk keras pembunuhan kepala keamanan nasional Iran, Ali Larijani, yang tewas dalam serangan udara Israel. Beijing menilai tindakan tersebut sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima dalam hubungan internasional.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan pihaknya secara konsisten menolak penggunaan kekerasan, terutama terhadap pemimpin negara dan target sipil.

“Kami selalu menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional. Tindakan membunuh para pemimpin negara Iran dan menyerang target sipil bahkan lebih tidak dapat diterima,” kata Lin Jian dalam konferensi pers, dikutip melalui AFP.

China juga mendesak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk segera menghentikan operasi militer demi mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan.

“China mendesak pihak-pihak terkait untuk segera menghentikan operasi militer dan mencegah situasi regional menjadi tidak terkendali,” ujarnya.

Larijani merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Iran yang tewas sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu, yang melibatkan serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Ia menjadi bagian dari sejumlah pejabat tinggi Iran yang gugur dalam rangkaian serangan tersebut.

Diketahui, Beijing selama ini merupakan mitra dekat Teheran. Namun di sisi lain, China juga pernah mengkritik sejumlah langkah Iran, termasuk serangan terhadap negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat.

Reaksi internasional atas kematian Larijani terus bermunculan. Presiden Rusia Vladimir Putin turut menyampaikan belasungkawa dan menyebut Larijani sebagai sosok penting dalam hubungan strategis kedua negara.

“Terimalah belasungkawa terdalam kami atas kematian Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Larijani,” demikian pernyataan Putin dalam pesan kepada pemimpin Iran.

Kematian Larijani terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, yang dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global akan potensi meluasnya konflik dan ketidakstabilan regional.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Iran Ejek Ultimatum 48 Jam Trump: “Ancaman Bodoh Dan Tak Berdaya”

Tinggalkan Balasan