Presiden Iran Optimistis Dana US$6 Miliar Yang Dibekukan Segera Kembali Lewat Kesepakatan Dengan AS

presiden-iran-masoud-pezeshkian-1779694778513_169

Foto: Presiden Iran Masoud Pezeshkian (AFP PHOTO/IRANIAN PRESIDENCY)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Presiden Iran Masoud Pezeshkian meyakini pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) akan menghasilkan kesepakatan yang membuka jalan bagi pengembalian aset Iran yang selama ini dibekukan. Nilai aset tersebut mencapai US$6 miliar atau sekitar Rp106 triliun.

Dilansir Al Jazeera, Minggu (21/6/2026), Pezeshkian mengatakan dana Iran yang saat ini berada di Qatar akan dikembalikan sebagai bagian dari kesepakatan awal yang ditujukan untuk mengakhiri konflik antara Teheran dan Washington.

Presiden Iran tersebut mengaku optimistis proses negosiasi dengan Amerika Serikat dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan.

Menurut Pezeshkian, pengembalian dana yang selama ini dibekukan menjadi salah satu langkah penting dalam membangun kembali hubungan kedua negara serta mengakhiri ketegangan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Aset senilai US$6 miliar itu diketahui berada di Qatar. Dana tersebut sebelumnya dibekukan sebagai bagian dari sanksi yang dikenakan terhadap Iran.

Di tengah optimisme Teheran, pembicaraan lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat juga telah dimulai di Swiss dengan Qatar dan Pakistan bertindak sebagai mediator. Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan harapannya agar perundingan tersebut dapat menghasilkan kesepakatan yang komprehensif dan permanen.

Dalam perundingan tersebut hadir Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, serta Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani.

JD Vance mengatakan Presiden AS Donald Trump membuka peluang penyelesaian diplomatik di Timur Tengah dan berkomitmen untuk mencapai kesepakatan yang bersifat permanen.

“(Trump) memberi kami wewenang untuk menemukan solusi diplomatik untuk sejumlah masalah,” kata Vance.

“Pertanyaannya adalah apakah kita dapat mengubah hubungan di Timur Tengah secara permanen,” tambahnya.

Baca juga:  Iran Siap Menghentikan Serangan Jika Israel Juga Hentikan Serbuan

Sebelumnya, Presiden Masoud Pezeshkian menyampaikan keyakinannya bahwa aset Iran senilai US$6 miliar yang saat ini berada di tangan Qatar akan dikembalikan sebagai bagian dari kesepakatan awal dengan Amerika Serikat guna mengakhiri perang.

Perundingan terbaru yang berlangsung di Swiss diharapkan menjadi langkah menuju perjanjian yang lebih luas, termasuk penyelesaian berbagai isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara kedua negara.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement