Israel Murka Setelah 4 Tentara Tewas Dalam Pertempuran Dengan Hizbullah

menteri-keamanan-nasional-as-itamar-ben-gvir-1763450895491_169

Ben Gvir (Foto: dok. Reuters)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Ketegangan di perbatasan IsraelLebanon kembali memanas setelah empat tentara Israel dilaporkan tewas dalam pertempuran melawan kelompok Hizbullah. Insiden tersebut memicu reaksi keras dari Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, yang melontarkan ancaman akan “membakar seluruh Lebanon”.

Peristiwa tersebut terjadi ketika pasukan Israel terlibat bentrokan dengan kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon selatan. Kematian empat prajurit itu memicu kemarahan di kalangan pejabat tinggi Israel dan mendorong seruan untuk meningkatkan operasi militer.

Menurut laporan AFP yang dikutip detikcom, Jumat (19/6/2026), Ben Gvir mengeluarkan pernyataan keras melalui media sosial X.

“Semua Lebanon harus terbakar! Tidak boleh ada kompromi. Tidak boleh ada gencatan senjata. Tidak boleh ada belas kasihan terhadap mereka yang membunuh para pejuang kita,” tulis Ben Gvir.

Pernyataan tersebut muncul setelah militer Israel mengonfirmasi gugurnya empat tentaranya dalam pertempuran dengan Hizbullah. Kelompok yang didukung Iran itu mengklaim telah menyerang pasukan Israel di kawasan strategis Ali al-Taher, Lebanon selatan.

Netanyahu Perintahkan Operasi Militer

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut bereaksi atas insiden tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pemerintah Israel akan mengambil tindakan tegas.

Dalam pernyataannya, Netanyahu mengatakan bahwa para prajurit yang gugur merupakan “pahlawan Israel” dan negara akan memastikan pengorbanan mereka tidak sia-sia.

“Kami akan menyelesaikan tugas kami dan mengalahkan musuh kami,” ujar Netanyahu seperti dilaporkan AFP melalui detikcom.

Militer Israel kemudian meningkatkan serangan terhadap sejumlah sasaran yang diklaim sebagai infrastruktur Hizbullah di Lebanon selatan. Serangan balasan tersebut dilaporkan menyebabkan puluhan korban jiwa di pihak Lebanon.

Hizbullah Klaim Serangan Berhasil

Hizbullah menyatakan pihaknya berhasil melakukan penyergapan terhadap pasukan Israel. Kelompok tersebut mengklaim telah menghancurkan kendaraan lapis baja dan menargetkan personel militer Israel yang berada di sekitar bukit Ali al-Taher.

Baca juga:  Pemadaman Massal Guncang Ukraina Di Tengah Konflik

Bentrokan terbaru ini menjadi salah satu eskalasi paling serius dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, kedua pihak sempat berada dalam situasi relatif tenang setelah adanya upaya diplomatik internasional untuk menekan konflik yang lebih luas di Timur Tengah.

Ancaman Ben Gvir Tuai Sorotan

Pernyataan Ben Gvir yang menyerukan penghancuran Lebanon mendapat sorotan luas. Politikus sayap kanan tersebut dikenal sebagai salah satu tokoh paling keras di pemerintahan Israel.

Dalam unggahannya di platform X, Ben Gvir menolak gagasan gencatan senjata dan menegaskan bahwa Israel harus merespons dengan kekuatan penuh.

“Semua Lebanon harus terbakar! Tidak boleh ada gencatan senjata dan tidak boleh ada belas kasihan bagi para pembunuh tentara kita.”

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap pemerintah Netanyahu, yang menghadapi tuntutan untuk mengambil langkah lebih tegas terhadap Hizbullah.

Upaya Gencatan Senjata Masih Berlangsung

Di tengah meningkatnya konflik, seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat dan Qatar.

Kesepakatan tersebut disebut mulai berlaku pada pukul 16.00 waktu setempat. Namun, situasi di lapangan masih rapuh dan kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.

Sejumlah laporan menyebut bentrokan terbaru bahkan sempat mengganggu proses diplomasi yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran. Ketidakstabilan di Lebanon dikhawatirkan dapat memperbesar konflik kawasan yang telah menelan ribuan korban jiwa.

Situasi Timur Tengah Kian Memanas

Konflik antara Israel dan Hizbullah merupakan bagian dari ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah. Sejak perang kembali berkecamuk, ribuan orang dilaporkan tewas dan jutaan lainnya mengungsi.

Peningkatan serangan terbaru dikhawatirkan semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Lebanon serta memicu eskalasi baru yang melibatkan negara-negara lain di kawasan tersebut.

Baca juga:  Iran Beri Lampu Hijau, Dua Kapal Tanker RI Akhirnya Keluar Dari Selat Hormuz

Meski terdapat upaya gencatan senjata, ancaman keras dari pejabat Israel dan serangan balasan Hizbullah menunjukkan bahwa perdamaian di perbatasan Israel-Lebanon masih jauh dari kata pasti.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement