Hubungan Memanas, PM Italia Giorgia Meloni Balas Serangan Donald Trump

gettyimages-2157472760-612x612

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni tiba untuk pertemuan puncak informal para pemimpin Uni Eropa di Brussels, pada 17 Juni 2024. (Foto oleh Nick Gammon / AFP) (Foto oleh NICK GAMMON/AFP via Getty Images)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Hubungan antara Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memanas. Meloni secara terbuka melontarkan kritik kepada Trump dan meminta pemimpin AS tersebut untuk lebih memperhatikan tingkat popularitasnya sendiri.

Perseteruan terbaru itu dipicu oleh pernyataan Trump yang mengklaim Meloni berulang kali meminta foto bersama dengannya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7. Meloni menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan menyebut serangan yang terus dilontarkan Trump sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.

Dalam unggahan di Instagram pada Sabtu (20/6), Meloni menyampaikan keberatannya atas berbagai komentar Trump.

“Presiden Trump, serangan-serangan yang terus-menerus dan tanpa provokasi ini tidak masuk akal,” kata Meloni.

Menurut Meloni, tingkat popularitasnya tidak ditentukan oleh kedekatannya dengan Trump. Ia menegaskan bahwa dukungan masyarakat Italia diperoleh melalui upayanya membela kepentingan nasional.

“Popularitas saya bergantung pada kemampuan saya untuk membela kepentingan nasional Italia, dan itulah yang selalu saya lakukan,” ujarnya.

Meloni juga menyinggung kebijakan pemerintahannya terkait keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di Italia.

“Itu jugalah yang saya lakukan terkait pangkalan militer Amerika di Italia,” lanjutnya.

Minta Trump Urus Popularitasnya Sendiri

Dalam pernyataannya, Meloni menegaskan bahwa urusan popularitas bukanlah hal yang pantas dicampuri oleh Trump. Ia juga menekankan bahwa Italia merupakan negara yang berdaulat.

“Italia tetap merupakan negara yang berdaulat. Bagaimanapun juga, popularitas saya bukan urusan Anda. Saya sarankan Anda fokus pada popularitas Anda sendiri,” tegas Meloni.

Reuters melaporkan bahwa Trump kembali mengulangi tuduhannya melalui platform Truth Social. Bahkan, Trump menyebut Meloni ingin memperbaiki hubungan dengan dirinya demi meningkatkan dukungan politik di dalam negeri.

Perselisihan Dipicu Klaim Trump soal Foto di KTT G7

Ketegangan antara kedua pemimpin bermula setelah Trump menyatakan bahwa Meloni “memohon” untuk berfoto dengannya dalam pertemuan G7. Meloni membantah tuduhan tersebut dan menyebut pernyataan itu sebagai rekayasa.

Baca juga:  Relokasi Korban Longsor Arjasari Rampung, Waka DPR Cucun Resmikan 8 Rumah Baru

Selain itu, Trump juga mengkritik sikap Italia yang tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer di negara tersebut untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat terkait konflik dengan Iran. Namun, Meloni menegaskan bahwa penggunaan fasilitas militer tersebut diatur dalam perjanjian yang harus dihormati semua pihak.

“Penggunaannya diatur oleh perjanjian yang selalu kami hormati dan tidak dapat dilanggar. Selama saya menjadi perdana menteri, Italia tetap merupakan negara yang berdaulat,” ujar Meloni.

Menlu Italia Batalkan Kunjungan ke AS

Perselisihan yang terus berkembang antara Meloni dan Trump turut berdampak pada hubungan diplomatik kedua negara. Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani dilaporkan membatalkan kunjungannya ke Amerika Serikat.

Sebelumnya, Tajani dijadwalkan menghadiri forum bisnis Italia-Amerika Serikat di Miami dan bertemu Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Namun, rencana itu dibatalkan setelah Tajani menilai pernyataan Trump terhadap Meloni sebagai sesuatu yang serius dan menyinggung bukan hanya sang perdana menteri, tetapi juga seluruh rakyat Italia.

Ketegangan terbaru ini menjadi sorotan karena selama ini Meloni dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Trump di Eropa dan kerap berupaya menjembatani hubungan antara Washington dan negara-negara Eropa. Namun, rentetan pernyataan kedua pemimpin menunjukkan hubungan yang sebelumnya erat kini tengah menghadapi ujian serius.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement