Batako FABA Karya Warga Binaan Nusakambangan Dilirik Pemkab Cilacap

plt-bupati-cilacap-ammy-amalia-fatma-1782033404923_169

Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Pemerintah Kabupaten Cilacap mulai melirik penggunaan batako berbahan fly ash bottom ash (FABA) produksi warga binaan di Pulau Nusakambangan sebagai salah satu material pembangunan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma, mengatakan produk batako FABA yang diproduksi para narapidana di Nusakambangan memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan batako maupun bata merah konvensional. Selain itu, dari sisi harga juga dinilai lebih ekonomis.

Ammy menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto dalam kunjungan kerja ke Pulau Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026).

Kualitas Dinilai Lebih Unggul

Menurut Ammy, material FABA yang berasal dari limbah batu bara yang dipadatkan menjadi paving block maupun batako memiliki daya tahan yang lebih baik.

“FABA itu hasil dari limbah batu bara yang dipadatkan menjadi paving, itu kekuatannya lebih kuat daripada bata merah sama batako. Kualitasnya jauh lebih bagus. Jadi kalau nggak salah, sepertinya sudah dipasarkan untuk pembangunan di PIK deh. Tentu saja, tentu saja kami sudah melirik produk FABA,” kata Ammy kepada detikcom.

Ia menilai produk tersebut memiliki prospek besar untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Cilacap.

Harga Lebih Kompetitif

Selain kualitas, Ammy juga menilai harga batako dan paving block FABA dari Nusakambangan cukup kompetitif di pasaran.

Menurut dia, biaya produksi dapat ditekan karena proses pengerjaan dilakukan oleh warga binaan yang tengah mendapatkan pelatihan keterampilan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

“Jadi kayak misalkan produksi FABA itu, dia bisa jual lebih murah dibandingkan dengan pabrikan batako-batako biasa. Karena pabrik-pabrik batako lainnya kan membayar upah pekerja, kalau di sini kan nggak banyak biaya karena yang dipekerjakan semua warga binaan. Nah, kelebihannya di situ,” jelas Ammy.

Baca juga:  Warga Tambora Geger! Dikira Bawa Mayat, Ternyata Pria Ini Gendong Hewan Raksasa Hidup

Penataan Kota Cilacap Disiapkan hingga 2028

Di sisi lain, Ammy mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Cilacap saat ini tengah melakukan peninjauan kembali terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Proses penetapan hasil penyusunan RTRW ditargetkan selesai pada 2027, sedangkan implementasinya direncanakan mulai dilakukan pada 2028.

“Kita kebetulan tahun 2026 ini pas, kita harus me-review kembali tata ruang wilayah, dan penetapannya di 2027. Target saya di 2028 itu di wilayah perkotaan Cilacap itu sudah tidak ada sawah lagi, di perkotaannya ya,” terang Ammy.

Produksi Batako FABA Libatkan Warga Binaan

Workshop batako dan paving block FABA di Pulau Nusakambangan berdiri di atas lahan seluas lebih dari 11.250 meter persegi. Fasilitas tersebut dilengkapi dua mesin cetak yang beroperasi secara otomatis maupun manual.

Sebanyak 20 warga binaan dari Lapas Nirbaya setiap hari mampu memproduksi sekitar 2.000 paving block dan 480 buah batako. Hingga kini, total produksi paving block telah mencapai 44.700 unit dari keseluruhan pesanan sebanyak 50.500 unit.

Workshop FABA merupakan salah satu sarana pelatihan keterampilan yang dikembangkan di Nusakambangan. Selain produksi batako dan paving block, kawasan tersebut juga memiliki balai latihan kerja konveksi, pengolahan pupuk organik, budidaya ikan sidat, pengolahan sampah, budidaya ikan nila, lele dan bawal, tambak udang vaname, peternakan, hingga produksi mocaf dan budidaya anggrek.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement