Connect with us

Hallo, Mau Cari Berita Apa Nih?

Newest Indonesia

Nasional

Purbaya Tolak Pakai Dana APBN Untuk Bangun Family Office: Ya Bangun Saja Sendiri

Foto: Istimewa

Newestindonesia.co.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun family office di Indonesia.

Pembentukan family office merupakan gagasan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sejak ia menjabat Menko Maritim dan Investasi di era Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Purbaya mempersilakan pembangunan family office asalkan anggarannya tidak berasal dari kas negara. Ia tidak akan mengalihkan pos belanja APBN untuk pendirian family office di Indonesia.

“Saya sudah dengar lama isu itu (family office), tapi biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya (APBN) enggak akan alihkan ke sana,” kata Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Senin (13/10) Seperti dikutip melalui Detik Finance.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Purbaya memastikan hanya akan memberikan anggaran untuk program yang tepat. Dengan demikian pelaksanaannya diharapkan dapat tepat waktu, tepat sasaran dan tidak ada kebocoran.

“Saya fokus, kalau kasih anggaran tepat, nanti pas pelaksanaannya tepat waktu, tepat sasaran dan nggak ada yang bocor, itu saja,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan tidak terlibat dalam rencana pendirian family office. Selain itu, Purbaya mengaku belum terlalu memahami dari konsep pembentukan family office.

“Enggak, saya nggak terlibat. Kalau mau saya doain lah. Saya belum terlalu ngerti konsepnya. Walaupun Pak Ketua DEN sering bicara, saya belum pernah lihat apa sih konsepnya, jadi saya nggak bisa jawab,” ujarnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sekitar akhir Juli lalu, Luhut memastikan rencana pembentukan family office tetap berjalan meski rezim pemerintahan telah berubah.

“Saya kira masih berjalan, kita lagi kejar terus. Kita harap bisa segera diputuskan presiden,” ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/7).

Baca juga:  Purbaya Ungkap APBN Tekor Alias Defisit Rp560,3 Triliun Jelang Akhir Tahun

Ia bahkan menyebutkan family office ditargetkan bisa beroperasi di tahun ini juga.

“Ya kita harap tahun ini harus bisa,” jelasnya.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Pada Mei 2024, rencana pembentukan family office pertama kali diusulkan oleh Luhut Binsar Pandjaitan ketika menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di masa pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Luhut mengatakan sejumlah negara, seperti Singapura, Hong Kong, hingga Abu Dhabi, bahkan Singapura sudah memiliki 1.500 family office. Karenanya, negara itu bisa menjadi rujukan Indonesia dalam membentuk family office.

Kala itu, pemerintah memproyeksikan investasi dari family office yang bisa ditarik ke Indonesia mencapai US$500 miliar atau setara Rp8.151,95 triliun dalam beberapa tahun ke depan.

Jumlah tersebut merupakan 5 persen dari total dana yang dimiliki perusahaan keluarga atau family office di dunia sebesar US$11,7 triliun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Family office biasanya menyediakan berbagai layanan, seperti manajemen investasi, perencanaan keuangan, dan perencanaan pajak.

Di family office, menurut Luhut, investor asing dapat menaruh uang mereka tanpa dikenakan pajak dan hanya akan dikenakan pajak apabila terdapat penciptaan lapangan kerja dari investasi tersebut.

Editor: DAW

Advertisement. Scroll to continue reading.
Newest Indonesia Saluran WhatsApp
Newest Indonesia hadir di Saluran WhatsApp

Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang

Ingin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita Lainnya

Nasional

Newestindonesia.co.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan publik setelah mencopot Luky Alfirman dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Nama Luky...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Pemerintah pusat mulai mematangkan sinkronisasi kebijakan pengelolaan kepegawaian dan keuangan daerah menjelang implementasi penuh Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Pemerintah resmi memperluas cakupan aset yang dapat disita dalam proses penyelesaian piutang negara. Melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 23 Tahun 2026, aset...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan melantik dua pejabat eselon baru pada Rabu (6/5/2026) menyusul polemik lonjakan restitusi pajak yang nilainya mencapai Rp361,15...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung merespons kabar yang beredar di media sosial terkait Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang disebut sedang...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan keluhan dunia usaha kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan....

Finansial

Newestindonesia.co.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengadaan motor listrik untuk operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan berasal dari anggaran baru tahun 2026,...

Finansial

Newestindonesia.co.id, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit sebesar Rp240,1 triliun hingga akhir Maret 2026. Nilai...

Advertisement