Newestindonesia.co.id, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan keluhan dunia usaha kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan. Dalam pertemuan tersebut, Anindya meminta pemerintah memberikan ruang relaksasi bagi para pelaku usaha yang saat ini menghadapi tekanan ekonomi global.
Menurut Anindya, kondisi dunia usaha saat ini sedang penuh tekanan sehingga membutuhkan dukungan kebijakan agar tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah situasi yang belum stabil.
Ia menilai Dewan Ekonomi Nasional merupakan pihak yang tepat untuk menjadi penghubung antara pemerintah dan kalangan usaha. Sebab, lembaga tersebut memiliki fungsi strategis dalam memberikan masukan dan rekomendasi ekonomi kepada Presiden.
“Dewan Ekonomi Nasional adalah think tank daripada Pak Presiden atau pemerintah. Jadi ini kami sampaikan supaya menjadi pertimbangan untuk nanti bersama-sama memberikan masukan pada pemerintah,” ujar Anindya dikutip melalui detikFinance.
Dalam pertemuan itu, Kadin menyampaikan sejumlah usulan relaksasi kebijakan untuk membantu dunia usaha memperoleh ruang bernapas di tengah tantangan ekonomi global yang semakin berat.
Anindya mengatakan, pelaku usaha saat ini bukan hanya menghadapi tekanan domestik, tetapi juga dampak ketidakpastian global yang memengaruhi perdagangan dan investasi.
“Pengusaha lagi stres, minta dikasih napas,” kata Anindya dalam kesempatan tersebut.
Selain meminta relaksasi, Kadin juga mendorong pemerintah membuka berbagai hambatan di sektor perdagangan dan industri. Beberapa persoalan yang disoroti antara lain kemudahan ekspor, kepastian perizinan seperti Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), hingga penyesuaian aturan larangan dan pembatasan (lartas).
“Lalu juga kita ingin buka sumbatan supaya kita bisa istilahnya mulai sedikit ofensif,” ungkapnya.
Menurut Anindya, kepastian kebijakan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha. Karena itu, pemerintah dinilai perlu memberikan sinyal kuat bahwa aktivitas investasi dan perdagangan tetap didukung di tengah kondisi ekonomi global yang dinamis.
Meski demikian, ia menegaskan Kadin tidak memaksa pemerintah untuk langsung menyetujui seluruh usulan yang diajukan. Yang terpenting, kata dia, pemerintah memahami kondisi nyata yang sedang dihadapi pelaku usaha nasional.
“Kadin sebagai mitra strategis tentu memberikan masukan yang ada dari dunia usaha. Tidak semuanya perlu dituruti, tapi paling tidak dicarikan jalan dan dimengerti nuansanya. Jadi tadi kita bilang bagaimana caranya yang pertama diberikan napas, supaya kita bisa beratur strategi,” tegasnya.
Pertemuan antara Kadin dan DEN ini terjadi di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempercepat investasi dan hilirisasi industri di berbagai sektor strategis.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


