Tokopedia Diterpa Isu PHK Massal Juli 2026, Begini Respons GOTO Selaku Pemegang Saham
Foto: Tokopedia
Newestindonesia.co.id, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhirnya memberikan tanggapan resmi mengenai kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menerpa PT Tokopedia. Langkah efisiensi tersebut dilakukan setelah platform e-commerce tersebut diambil alih oleh TikTok, di mana beredar rumor bahwa perusahaan bakal memangkas hingga 90% dari total karyawannya.
Sebagai informasi, GOTO saat ini masih tercatat sebagai salah satu pemegang saham strategis di Tokopedia. Berdasarkan laporan Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten teknologi tersebut memegang kepemilikan sebesar 24,99% saham Tokopedia.
Meskipun demikian, manajemen GOTO menyatakan tetap menghormati segala keputusan operasional yang diambil oleh manajemen Tokopedia saat ini. GOTO menilai langkah tersebut merupakan bagian dari strategi internal dalam melakukan penyesuaian struktur organisasi.
“Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi,” ungkap Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, dalam keterbukaan informasi BEI.
Dampak Finansial yang Terbatas
Pihak GOTO turut meyakini bahwa dampak keuangan yang timbul dari kebijakan PHK massal di Tokopedia ini tidak akan mengganggu stabilitas keuangan perseroan secara keseluruhan. Menurut Simon, dampaknya hanya akan bersifat terbatas pada akun laba/rugi bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama. Hal ini dikarenakan skema pencatatan investasi yang digunakan oleh perseroan.
“Perseroan mencatatkan investasinya di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai dengan PSAK 228, investasi pada entitas asosiasi dan Ventura Bersama. Dengan demikian, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap Perseroan hanya akan terbatas,” jelas Simon lebih lanjut.
Di samping itu, manajemen GOTO menegaskan tidak melihat adanya dampak material dari kebijakan PHK tersebut terhadap laporan laba/rugi ataupun biaya layanan e-commerce yang selama ini diterima perseroan dari Tokopedia. Begitu pula dari sisi non-keuangan, kabar yang beredar dipastikan tidak membawa pengaruh signifikan bagi GOTO.
“Terkait dengan aspek non-keuangan, Perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material sehubungan dengan berita yang beredar tersebut,” pungkasnya.
Penyelarasan Organisasi oleh TikTok
Di sisi lain, manajemen TikTok selaku pemegang saham mayoritas Tokopedia (sebesar 75% sejak akhir tahun 2023) membenarkan adanya langkah penataan ulang di tubuh perusahaan. Penyesuaian ini difokuskan pada divisi riset dan pengembangan (Research and Development/R&D). Kendati demikian, TikTok enggan membeberkan secara spesifik jumlah atau persentase karyawan yang terdampak.
“Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” ujar Juru Bicara TikTok dalam pernyataan resminya.
Kabar mengenai efisiensi besar-besaran ini awalnya mencuat lewat unggahan akun Instagram komunitasi industri @ecommurz. Akun tersebut menyebut bahwa ByteDance, induk usaha TikTok, sedang melakukan perampingan berskala besar di awal Juli 2026 dan hanya akan menyisakan sekitar 10% dari total staf yang ada di Tokopedia.
Merespons rumor tersebut, Juru Bicara TikTok kembali menekankan bahwa langkah ini krusial demi menjaga keberlangsungan ekosistem bisnis ke depan.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” urai Juru Bicara TikTok.
Langkah efisiensi ini menambah panjang catatan restrukturisasi di Tokopedia semenjak mayoritas sahamnya diakuisisi oleh TikTok pada akhir tahun 2023, di mana penyesuaian organisasi terus dilakukan secara berkala demi memperkuat penetrasi pasar.
(DAW)
