Viral Pengendara Motor Ngaku TNI Saat Ditegur Lewat Trotoar Di Depok, Ternyata Karyawan Marketing
Viral Pengendara Motor Ngaku TNI Saat Ditegur Lewat Trotoar di Depok, Ternyata Karyawan Marketing. Foto: Dok. Istimewa
Newestindonesia.co.id, Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) mengonfirmasi status seorang pengendara sepeda motor berbatik hijau yang viral karena mengaku sebagai prajurit saat ditegur melintas di atas trotoar Jalan Kartini, Depok, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026).
Pihak TNI memastikan bahwa pria tersebut sama sekali bukan bagian dari korps militer. Pelaku diketahui merupakan seorang warga sipil yang berprofesi sebagai karyawan di bidang marketing.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas, membenarkan informasi tersebut seraya mengirimkan rekaman video klarifikasi resmi dari pria yang bersangkutan.
“Kami harapkan penegak hukum menegakkan aturan dan sanksi bagi pelanggar,” kata Nas saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (4/7/2026).
Kronologi Kejadian di Trotoar
Aksi tidak terpuji ini pertama kali diungkap oleh pejalan kaki bernama Cae yang menjadi korban langsung di lokasi kejadian. Cae mengonfirmasi bahwa insiden bermula saat dirinya melihat pengendara motor tersebut melaju melawan arah di atas trotoar publik.
“Saat sampai di depan aku adang lalu aku tegur,” kata Cae melalui pesan Instagram, Sabtu (4/7/2026).
Karena merasa ruang aman bagi pejalan kaki direbut, Cae mengadang kendaraan tersebut sembari merekam menggunakan kamera telepon genggamnya.
“Iya, iya, makanya turun. Ini buat jalan kaki, bukan buat motor,” bentak Cae dalam video yang beredar luas di media sosial.
Alih-alih menyadari kesalahannya, pengendara sepeda motor tersebut langsung turun dan mengeluarkan argumen pembelaan dengan mencatut nama institusi pertahanan negara.
“Saya ini tentara, Mbak,” cetus pria tersebut defensif.
Mendengar klaim sepihak itu, Cae menolak untuk gentar dan terus mendesak agar pria tersebut segera membawa turun motornya kembali ke bahu jalan raya.
“Saya nggak peduli Anda anggota atau bukan. Saya mau pergi lewat sini. Saya mau ke gereja. Jangan bikin saya emosi. Saya mau ke gereja. Kalau misalkan ada tindakan yang tidak benar, kita seharusnya tidak mengikuti,” balas Cae secara lugas.
Cae juga menambahkan, “Saya enggak peduli jabatan bapak.”
Pria itu kemudian tampak kebingungan dan berulang kali bertanya tanpa arah, “Emang kenapa? Emang kenapa?”
Cae pun lekas mengingatkan bahwa seorang prajurit TNI semestinya memosisikan diri sebagai teladan masyarakat dengan tertib mematuhi hukum, bukan malah melanggarnya.
Sebelum percakapan berakhir karena Cae memilih melanjutkan perjalanannya, pemotor tersebut sempat berdalih bahwa banyak orang lain yang juga melintasi kawasan trotoar itu.
“Banyak lho orang-orang yang ini semuanya, terus kenapa? Rumah saya di sini, deket sini, saya lewat sini,” dalihnya seraya menunjuk ke arah depan.
Permintaan Maaf Pelaku
Setelah identitasnya terlacak, pria yang diketahui bernama Syaiful Anwar tersebut akhirnya menyampaikan penyesalan mendalam. Didampingi oleh dua orang anggota TNI aktif, warga Pancoran Mas, Depok, ini membuat pernyataan terbuka.
“Saya Syaiful Anwar, pekerja marketing ingin mengklarifikasi bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi saya adalah warga biasa,” kata Anwar dalam video klarifikasinya.
Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada institusi militer nasional karena telah menyalahgunakan nama besar instansi tersebut demi kepentingan pribadi di jalan raya.
“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada institusi TNI dan seluruh anggota TNI di Indonesia karena telah mencemarkan nama baik institusi TNI,” tutur Anwar menyesal.
Selain kepada jajaran korps TNI, Syaiful Anwar juga menyampaikan rasa bersalahnya kepada Cae dan seluruh pengguna jalan kaki atas tindakan egoisnya melintasi jalur yang dilarang.
“Dan saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pejalan kaki karena telah menyalahgunakan trotoar dan melawan arah menggunakan sepeda motor,” pungkas Anwar.
(DAW)
