Newestindonesia.co.id, Rusia kembali melancarkan serangan ke wilayah Ukraina meski sebelumnya mengumumkan rencana gencatan senjata sepihak selama dua hari. Serangan terbaru terjadi di kota Zaporizhzhia, Ukraina selatan, dan menewaskan sedikitnya 12 orang.
Gubernur regional Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, mengatakan serangan tersebut terjadi pada Selasa waktu setempat. Ia menyebut korban jiwa terus bertambah akibat gempuran yang menghantam kawasan permukiman warga.
“Rusia telah merenggut nyawa 12 orang,” kata Fedorov melalui Telegram dikutip AFP melalui detikNews, Rabu (6/5/2026).
Selain korban meninggal, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Tim penyelamat masih melakukan pencarian di lokasi bangunan yang rusak akibat ledakan.
Serangan itu terjadi hanya beberapa waktu setelah Moskow mengumumkan rencana gencatan senjata pada 8–9 Mei mendatang. Langkah tersebut sebelumnya disebut Rusia sebagai bagian dari penghormatan terhadap peringatan kemenangan Perang Dunia II.
Namun, di lapangan, serangan militer Rusia disebut masih terus berlangsung di sejumlah wilayah Ukraina. Pemerintah Ukraina menilai pengumuman gencatan senjata itu tidak sejalan dengan kondisi nyata di medan perang.
Zaporizhzhia sendiri menjadi salah satu wilayah yang kerap menjadi sasaran serangan sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada Februari 2022. Kota tersebut memiliki posisi strategis karena berada dekat jalur logistik dan kawasan industri penting Ukraina.
Konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Serangan udara, rudal, dan drone masih terjadi di berbagai wilayah meski beberapa kali muncul wacana penghentian sementara pertempuran.
Sebelumnya, Rusia juga beberapa kali meluncurkan serangan besar ke sejumlah kota di Ukraina, termasuk Kyiv dan Dnipro. Dalam beberapa bulan terakhir, eskalasi serangan meningkat seiring intensitas operasi militer kedua negara.
Pemerintah Ukraina terus mendesak komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow dan memperkuat dukungan pertahanan bagi Kyiv.
Perang Rusia-Ukraina yang telah berlangsung lebih dari empat tahun menyebabkan ribuan korban jiwa serta memicu krisis kemanusiaan dan geopolitik global.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


