Newestindonesia.co.id, Misteri meninggalnya Kepala Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mulai menemui titik terang. Polisi mengungkap hasil pemeriksaan rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia di ruang kerjanya.
Korban berinisial MJ (56) diketahui sempat mondar-mandir di area balai desa hingga beberapa kali keluar masuk ruangan sebelum akhirnya ditemukan tak bernyawa pada Minggu (3/5/2026) sore.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Siko Sesaria Putra Suma mengatakan, korban datang ke kantor desa sekitar pukul 10.05 WIB.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan rekaman CCTV, korban datang ke balai desa sekitar pukul 10.05 WIB dan masuk ke area kantor desa,” ujar Siko, Senin (4/5/2026) dikutip melalui detikJatim.
Tak lama setelah tiba, korban terlihat menuju area kamar mandi masih mengenakan jaket dan helm. Sekitar pukul 11.06 WIB, korban kembali terekam kamera pengawas berjalan mondar-mandir di sekitar lokasi.
Dalam rekaman itu, korban juga terlihat mengambil selang air dan memotong bagian selang tersebut.
“Pada rekaman terlihat korban sempat mengambil selang air dan memotong bagian selang tersebut,” kata Siko.
Sekitar pukul 12.00 WIB, korban kembali masuk ke kamar mandi dan terlihat telah berganti pakaian menggunakan kaus berwarna kuning. Lima menit kemudian, korban keluar dari kamar mandi dan masuk ke ruang kerjanya.
“Setelah itu korban tidak lagi terlihat keluar dari ruangan hingga akhirnya ditemukan oleh saksi,” tambahnya.
Korban pertama kali ditemukan oleh petugas kebersihan Balai Desa Buncitan bernama Khosim sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, Khosim curiga karena sepeda motor milik kepala desa masih terparkir di depan kantor hingga sore hari.
“Saya curiga karena kendaraan Pak Lurah masih ada. Biasanya kalau sudah pulang tidak ada di sini,” ujar Khosim.
Khosim kemudian masuk ke ruang kepala desa setelah hujan turun dan tidak mendapat jawaban saat memanggil korban dari luar ruangan.
“Saya panggil dari luar, tapi tidak ada jawaban. Saya kira beliau sedang istirahat,” katanya.
Saat lampu ruangan dinyalakan, korban ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di sofa ruang kerja dengan tali terikat di leher.
“Melihat Pak Kades terlihat duduk di sofa ruang kerja, tapi ada tali yang mengikat lehernya. Saya langsung panik, keluar minta tolong warga sekitar dan Pak RW,” tutur Khosim.
Polisi kemudian melakukan autopsi dan penyelidikan mendalam. Dari hasil pemeriksaan, kepolisian memastikan korban meninggal dunia akibat bunuh diri dan tidak ditemukan keterlibatan pihak lain.
“Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, peristiwa ini murni bunuh diri,” kata AKP Siko Sesaria Putra Suma.
Selain rekaman CCTV, polisi juga menemukan riwayat pencarian di handphone korban terkait cara bunuh diri dan pelunasan utang setelah meninggal dunia.
“Di handphone korban ditemukan riwayat pencarian terkait cara bunuh diri yang cepat serta hukum mengenai pelunasan utang setelah meninggal,” ujar Siko.
Polisi menduga korban mengalami tekanan ekonomi akibat utang senilai ratusan juta rupiah.
“Diduga ada permasalahan ekonomi yang dialami korban. Di antaranya terlilit utang berjumlah Rp370 juta. Di antaranya utang jual beli tanah sekitar Rp270 juta dan utang kepada salah satu Ketua RW sekitar Rp100 juta,” jelas Siko.
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu unit handphone, sepeda motor Honda Vario, selang air warna biru sepanjang sekitar 140 sentimeter, sandal, serta dokumen perjanjian utang piutang.
Hasil autopsi juga menunjukkan adanya luka jeratan di bagian leher tanpa tanda kekerasan lain.
“Dari hasil autopsi ditemukan luka jeratan melintang sekitar 40 sentimeter, resapan darah pada otot leher, serta patah tulang saluran napas sisi kiri. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dari pihak lain,” terang Siko.
Pihak kepolisian memastikan penyelidikan masih terus dilakukan untuk melengkapi administrasi dan pendalaman kasus, meski sejauh ini tidak ditemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.
(DAW)
Catatan: Artikel ini hanya untuk mengedukasi atau publikasi belaka, Bilamana kamu memiliki gangguan psikologis, silahkan untuk melakukan konsultasi dengan Psikolog.
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


