Newestindonesia.co.id, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memberikan jaminan pendidikan kepada anak dari korban meninggal dunia dalam insiden di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendampingi keluarga terdampak selama proses pemulihan berlangsung.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, turun langsung mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mendengarkan kebutuhan yang dihadapi keluarga pasca-kejadian. Dalam kunjungan itu, KAI memastikan dukungan pendidikan melalui program Asuransi Pendidikan bagi anak korban meninggal dunia.
“Dalam situasi yang berat ini, kami ingin keluarga tetap merasa didampingi. Untuk salah satu anak dari korban meninggal dunia, KAI memberikan jaminan pendidikan melalui program Asuransi Pendidikan agar dapat melanjutkan sekolah dengan baik,” ujar Bobby Rasyidin dikutip melalui Antara (3/5).
Menurut Bobby, bantuan tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan jangka panjang yang tidak hanya fokus pada penanganan pasca-insiden, tetapi juga keberlanjutan kehidupan keluarga korban ke depan.
Selain memberikan dukungan pendidikan, KAI juga terus melakukan pendampingan kepada keluarga korban maupun pelanggan terdampak melalui posko informasi yang masih beroperasi di Bekasi Timur. Layanan tersebut mencakup kebutuhan informasi, administrasi, hingga dukungan pemulihan psikologis.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan perusahaan memahami bahwa proses pemulihan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, namun juga psikologis para korban dan keluarga. Karena itu, layanan trauma healing terus difasilitasi untuk membantu keluarga melewati masa sulit.
“Kami memahami bahwa pemulihan mencakup kondisi fisik dan psikologis. Karena itu, KAI terus memfasilitasi pendampingan, termasuk layanan trauma healing, agar keluarga dan pelanggan dapat melalui masa ini dengan lebih tenang,” kata Anne Purba.
KAI menegaskan fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan seluruh keluarga korban mendapatkan pendampingan yang menyeluruh, sembari menjaga layanan perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami menyampaikan duka yang mendalam dan permohonan maaf kepada keluarga serta pelanggan yang terdampak. KAI akan terus mendampingi dalam setiap proses yang dijalani,” ujar Anne.
Sebelumnya, insiden di wilayah Bekasi Timur menyebabkan korban meninggal dunia dan puluhan penumpang mengalami luka-luka. Hingga kini, KAI masih melakukan pendampingan intensif terhadap korban yang menjalani perawatan maupun keluarga yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


