Newestindonesia.co.id, Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Garda Revolusi Iran menembaki kapal kargo berbendera Thailand yang melintas di Selat Hormuz. Serangan tersebut menyebabkan kapal terbakar dan tiga awak kapal dilaporkan hilang.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di kawasan Teluk yang membuat jalur pelayaran internasional menjadi semakin berisiko.
Menurut laporan media internasional yang dikutip AFP, kapal yang menjadi sasaran serangan adalah kapal pengangkut barang curah Mayuree Naree. Kapal tersebut terkena dua proyektil saat melintas di Selat Hormuz.
Akibat serangan itu, bagian ruang mesin kapal mengalami kerusakan dan memicu kebakaran di atas kapal.
Tiga Awak Kapal Masih Hilang
Kapal tersebut diketahui membawa 23 awak kapal saat insiden terjadi.
Sebanyak 20 awak berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Laporan dari otoritas maritim menyebutkan para korban yang hilang kemungkinan berada di area ruang mesin saat proyektil menghantam kapal.
Perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal tersebut menyatakan bahwa proses pencarian masih dilakukan oleh otoritas setempat dan tim penyelamat.
Sementara itu, Angkatan Laut Oman dilaporkan membantu mengevakuasi awak kapal yang selamat dari insiden tersebut.
Iran Klaim Serangan
Serangan terhadap kapal kargo Thailand itu disebut dilakukan oleh Garda Revolusi Iran (IRGC).
Dalam pernyataannya, pihak militer Iran menyebut kapal tersebut diserang karena tidak mengindahkan peringatan yang diberikan otoritas Iran saat melintas di kawasan tersebut.
Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran, Alireza Tangsiri, menyatakan kapal yang mengabaikan peringatan akan menghadapi konsekuensi.
Ia mengatakan kapal tersebut “mengabaikan peringatan” sebelum akhirnya terkena serangan.
Serangan Terjadi di Jalur Energi Dunia
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Sekitar 20 persen perdagangan minyak global melewati selat sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut.
Karena itu, setiap insiden militer di wilayah ini langsung menimbulkan kekhawatiran global terhadap keamanan energi dan perdagangan internasional.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kapal dagang dilaporkan terkena serangan di kawasan tersebut. Beberapa kapal mengalami kerusakan setelah terkena proyektil atau serangan drone.
Ketegangan Timur Tengah Meningkat
Insiden serangan terhadap kapal Thailand terjadi di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan Iran dan sekutunya dengan negara-negara Barat serta Israel.
Sejak akhir Februari 2026, kawasan Selat Hormuz menjadi titik panas baru setelah serangkaian serangan militer dan ancaman penutupan jalur pelayaran strategis tersebut.
Akibat ketegangan tersebut, aktivitas pelayaran di kawasan Teluk dilaporkan menurun drastis karena risiko keamanan yang meningkat.
Selain itu, ketidakstabilan di jalur laut tersebut juga memicu lonjakan harga minyak dunia dan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Operasi Penyelamatan Berlanjut
Hingga kini, operasi pencarian terhadap tiga awak kapal yang hilang masih berlangsung.
Otoritas maritim dan tim penyelamat terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk memastikan keberadaan para korban.
Insiden ini menambah daftar panjang serangan terhadap kapal dagang di kawasan Teluk, yang semakin meningkatkan ketegangan geopolitik di jalur pelayaran paling vital di dunia tersebut.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp



You must be logged in to post a comment Login