Newestindonesia.co.id, Ukraina melancarkan serangan drone ke pelabuhan strategis Rusia di kawasan Laut Baltik pada Minggu (3/5), memicu kebakaran di fasilitas energi dan memperlihatkan eskalasi baru dalam perang yang telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Gubernur wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, mengatakan sistem pertahanan udara Rusia berhasil mencegat sejumlah drone Ukraina yang menargetkan pelabuhan Primorsk, salah satu terminal ekspor minyak utama Rusia di Laut Baltik. Meski demikian, laporan awal menyebutkan kebakaran tetap terjadi di area pelabuhan setelah serangan tersebut.
Menurut laporan Al Jazeera, Minggu 3 Mei 2026, serangan itu menjadi bagian dari upaya Ukraina untuk terus menekan infrastruktur energi Rusia yang dianggap sebagai sumber pembiayaan utama operasi militer Moskow.
“Pasukan pertahanan udara menghancurkan drone yang menuju wilayah pelabuhan,” kata Drozdenko seperti dikutip media Rusia. Ia menambahkan tidak ada korban jiwa yang langsung dilaporkan akibat serangan tersebut.
Pelabuhan Primorsk diketahui merupakan salah satu terminal penting untuk ekspor minyak mentah Rusia melalui Laut Baltik. Dalam beberapa bulan terakhir, fasilitas energi dan kilang minyak Rusia berulang kali menjadi sasaran serangan drone Ukraina.
Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyebut operasi militer negaranya berhasil menghantam target-target strategis Rusia, termasuk infrastruktur energi dan kapal yang disebut terkait dengan “shadow fleet” atau armada bayangan pengangkut minyak Rusia.
Di sisi lain, Rusia juga melancarkan serangan balasan ke sejumlah wilayah Ukraina pada hari yang sama. Serangan drone dan rudal Rusia dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga orang di berbagai wilayah Ukraina, termasuk di Odesa bagian selatan.
Otoritas Ukraina menyatakan sebagian besar drone dan rudal Rusia berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara mereka. Namun, beberapa serangan tetap menyebabkan kerusakan pada bangunan sipil dan infrastruktur penting.
Serangan terhadap fasilitas minyak dan pelabuhan ekspor Rusia semakin intensif sepanjang 2026. Ukraina menilai target-target tersebut memiliki nilai strategis tinggi karena berkontribusi besar terhadap pendapatan perang Rusia.
Dalam beberapa pekan terakhir, fasilitas energi Rusia di Tuapse, Novorossiysk, hingga Primorsk juga dilaporkan mengalami kebakaran dan gangguan operasional akibat serangan drone Ukraina.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


