Newestindonesia.co.id, Kehadiran layanan internet satelit Starlink di Yaman mulai membawa perubahan besar bagi sebagian masyarakat yang selama bertahun-tahun hidup dengan koneksi internet lambat dan mahal akibat perang berkepanjangan.
Laporan terbaru media internasional Al Jazeera pada Sabtu (3/5/2026) menyebutkan bahwa layanan internet milik Elon Musk tersebut membuka peluang baru bagi pekerja digital, freelancer, hingga pengembang aplikasi di negara yang dilanda konflik sejak 2014 itu.
Salah satu warga yang merasakan dampak langsung adalah Omer Banabelah, seorang pengembang aplikasi asal Mukalla. Ia mengatakan Starlink membantunya tetap terhubung dengan klien meski sedang berada di desa terpencil yang sebelumnya memiliki koneksi internet sangat buruk.
Menurut laporan tersebut, sebelum hadirnya Starlink, banyak pekerja digital di Yaman kehilangan proyek internasional karena jaringan internet sering terputus. Kini, koneksi yang lebih stabil memungkinkan mereka bekerja jarak jauh dengan lebih lancar.
“Starlink memungkinkan saya tetap bekerja bahkan ketika saya pulang ke desa,” ujar Banabelah seperti dikutip Al Jazeera (3/5).
Meski demikian, akses terhadap layanan tersebut belum merata. Harga perangkat dan biaya berlangganan masih dianggap mahal bagi sebagian besar warga Yaman yang ekonominya terpukul akibat perang dan krisis kemanusiaan.
Selain faktor biaya, kelompok Houthi yang menguasai sebagian wilayah Yaman juga disebut menentang penggunaan Starlink. Mereka menganggap layanan internet satelit asing dapat mengancam kontrol komunikasi dan keamanan nasional.
Namun di sisi lain, pemerintah Yaman yang diakui secara internasional justru mendukung kehadiran Starlink karena dinilai mampu memperbaiki akses internet yang selama ini menjadi salah satu yang terburuk di dunia.
Laporan Al Jazeera menyebutkan pertumbuhan ekonomi digital perlahan mulai terlihat di sejumlah kota. Banyak anak muda kini mencoba bekerja sebagai desainer grafis, programmer, editor video, hingga freelancer internasional setelah akses internet membaik.
Sebelumnya, koneksi internet di Yaman sangat bergantung pada infrastruktur kabel bawah laut yang rentan rusak akibat perang maupun gangguan teknis. Kondisi itu membuat akses internet menjadi mahal dan tidak stabil selama bertahun-tahun.
Meski belum dapat dinikmati seluruh masyarakat, kehadiran Starlink mulai dianggap sebagai secercah harapan baru di tengah situasi konflik dan keterbatasan ekonomi yang masih membayangi Yaman hingga saat ini.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


