Saham AS Menguat, Investor Balik ke Teknologi AI Di Tengah Risiko Tarif & Iran

0
New York Stock Exchange

Salju turun di luar Bursa Saham New York, Senin, 23 Februari 2026, di New York. (Foto AP/Seth Wenig)

Newestindonesia.co.id, Pasar saham Amerika Serikat menguat pada Selasa (24/2/2026) setelah investor mendapat dorongan baru bahwa gelombang artificial intelligence (AI) masih menyimpan peluang kenaikan, meskipun sejumlah risiko ekonomi dan geopolitik masih membayangi, Seperti dilaporkan Associated Press (24/2).

Setelah beberapa sesi bergelombang — termasuk penurunan tajam terkait kekhawatiran disrupsi AI dan kebijakan tarif Presiden Donald Trump — indeks utama Wall Street berhasil rebound. Investor kini kembali memusatkan perhatian pada potensi pertumbuhan teknologi AI yang dinilai mampu menjadi motor pertumbuhan jangka panjang.

Pergerakan Indeks

  • S&P 500 menguat.
  • Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite menunjukkan tren positif di sesi Selasa.
  • Saham teknologi khususnya mencatat kenaikan setelah tekanan jual sebelumnya mereda.

“Investor mulai menilai kembali prospek sektor teknologi, terutama perusahaan yang memimpin inovasi AI,” ujar Analis Pasar Independen, James Reynolds. “Itu mengingat ketidakpastian kebijakan fiskal dan geopolitik yang sebelumnya memicu aksi jual.”

Risiko Geopolitik & Kebijakan Trump

Pasar global tetap waspada terhadap ketegangan antara AS dan Iran serta kebijakan tarif baru yang diumumkan oleh Presiden Trump. Kondisi tersebut memicu gejolak di pasar minyak dunia dan turut memengaruhi sentimen investor secara luas.

Sebelumnya, indeks saham sempat turun tajam ketika kekhawatiran soal disrupsi AI di berbagai sektor seperti perjalanan, perangkat lunak, dan logistik mencapai puncaknya. Investor sempat membukukan aksi jual besar, terutama pada perusahaan yang dinilai rentan terhadap guncangan teknologi baru.

“Market ini sedang mencari titik keseimbangan antara risiko penghentian sektor tradisional dan peluang besar di sektor AI,” jelas Ekonom Pasar Saham, Linda Hartanto.

Dampak di Indonesia & Asia

Meski artikel utama membahas pasar AS, efeknya ikut terasa di Asia. Bursa Asia sempat menunjukkan pergerakan campuran, mengikuti sentimen global yang fluktuatif. Namun, beberapa indeks mengalami reli setelah putusan Mahkamah Agung AS yang membatasi sebagian kebijakan tarif Trump.

Baca juga:  Satu Suara Dengan Trump, Kabinet Netanyahu Isyaratkan Perang Lagi Lawan Iran

Sementara itu, data pasar domestik seperti IHSG juga mencatat koreksi tipis menyusul sentimen negatif global.

Perspektif Investor

Para pelaku pasar kini menanti pidato dan klarifikasi kebijakan dari Pemerintah AS serta laporan kinerja perusahaan teknologi besar, termasuk prospek laba chip maker utama seperti NVIDIA dan AMD, yang diperkirakan akan memberikan sinyal arah bagi pasar jangka menengah.

(DAW)

Tinggalkan Balasan