Saat 40% Apakah HP Boleh Di Cas? Ini Penjelasan Lengkap Agar Baterai Lebih Awet

gettyimages-1695807302-612x612

Foto: Alexi Rosenfeld/Getty Images

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Banyak pengguna smartphone masih bertanya-tanya, apakah HP boleh diisi daya saat baterai masih menunjukkan angka 40 persen? Sebagian orang percaya bahwa baterai harus benar-benar habis terlebih dahulu sebelum diisi ulang. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa mengisi daya kapan saja justru lebih baik.

Lantas, mana yang benar?

Jawabannya adalah boleh, bahkan dianjurkan. Smartphone modern menggunakan baterai Lithium-ion (Li-ion) atau Lithium Polymer (Li-Po) yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan baterai generasi lama. Baterai jenis ini tidak lagi mengalami efek memori (memory effect), sehingga tidak perlu menunggu baterai kosong sebelum dicas.

Mengapa HP Boleh Di Cas Saat 40 Persen?

Baterai lithium-ion dirancang agar bekerja optimal ketika kapasitas dayanya berada pada kisaran menengah.

Saat baterai berada di angka 40 persen, kondisi tersebut masih termasuk rentang yang ideal untuk mulai mengisi daya. Bahkan, banyak pakar menyarankan agar pengguna menjaga baterai berada di kisaran 20 hingga 80 persen untuk mengurangi tekanan pada sel baterai.

Artinya, mengisi daya saat baterai 40 persen sama sekali tidak merusak perangkat.

Sebaliknya, kebiasaan membiarkan baterai hingga benar-benar habis berulang kali justru dapat mempercepat penurunan kualitas baterai dalam jangka panjang.

Kenapa Banyak Orang Masih Menunggu Baterai Habis?

Mitos ini berasal dari era baterai Nickel Cadmium (Ni-Cd) yang memang memiliki efek memori.

Pada masa itu, pengguna dianjurkan mengosongkan baterai sebelum mengisi ulang agar kapasitasnya tetap maksimal.

Namun, teknologi tersebut sudah lama ditinggalkan.

Saat ini hampir seluruh smartphone Android maupun iPhone memakai baterai lithium-ion yang tidak membutuhkan proses tersebut.

Apakah Terlalu Sering Cas Akan Merusak Baterai?

Tidak.

Yang dihitung oleh baterai lithium-ion bukan jumlah colokan charger, melainkan siklus pengisian (charge cycle).

Baca juga:  Website Kena Malware Bisa Diblokir Google News, Ini Cara Mengatasinya

Sebagai contoh:

  • Cas dari 40% ke 80% hanya menggunakan sekitar 40% dari satu siklus.
  • Cas dari 80% ke 100% sekitar 20% siklus.
  • Beberapa kali pengisian kecil tetap dihitung sebagai akumulasi satu siklus penuh.

Karena itu, mengisi daya sedikit demi sedikit justru lebih ramah terhadap baterai dibandingkan sering mengosongkannya hingga 0 persen.

Apakah Harus Berhenti di 80 Persen?

Tidak harus.

Mengisi daya hingga 100 persen tetap aman karena smartphone modern memiliki sistem pengaman yang menghentikan proses pengisian ketika baterai penuh.

Namun, bila tujuan Anda adalah menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang, banyak ahli menyarankan penggunaan harian di kisaran 20–80 persen karena kondisi tersebut mengurangi stres kimia pada baterai.

Meski demikian, sesekali mengisi hingga 100 persen tidak menjadi masalah, terutama ketika Anda membutuhkan daya lebih lama saat bepergian.

Bagaimana dengan Fast Charging?

Teknologi fast charging memang membuat baterai terisi jauh lebih cepat.

Meski demikian, sistem pengisian cepat pada smartphone masa kini sudah dirancang dengan berbagai perlindungan seperti pengaturan arus, tegangan, hingga suhu.

Yang lebih penting adalah menggunakan charger asli atau charger berkualitas yang sesuai spesifikasi perangkat. Panas berlebih saat pengisian justru menjadi faktor yang lebih berpengaruh terhadap umur baterai dibanding sekadar persentase pengisian.

Apakah Cas Semalaman Berbahaya?

Smartphone modern umumnya akan menghentikan pengisian utama saat baterai penuh.

Namun, jika perangkat terus terhubung ke listrik sepanjang malam, sistem dapat melakukan pengisian kecil (trickle charging) untuk menjaga baterai tetap penuh. Dalam jangka panjang, kondisi baterai yang terus berada di level maksimum dan suhu yang meningkat dapat mempercepat penuaan baterai.

Karena itu, banyak produsen kini menyediakan fitur seperti Optimized Battery Charging atau pembatas pengisian hingga sekitar 80–85 persen.

Baca juga:  Hadirnya Fitur AI Google Berdampak Turunnya 'Views' Ke Situs Berita

Tips Agar Baterai HP Lebih Awet

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat membantu memperpanjang umur baterai smartphone:

  1. Isi daya ketika baterai berada di kisaran 20–40 persen.
  2. Hindari membiarkan baterai sering mencapai 0 persen.
  3. Lepaskan charger jika sudah cukup, terutama bila tidak membutuhkan kapasitas penuh.
  4. Gunakan charger asli atau yang telah tersertifikasi.
  5. Hindari menggunakan HP untuk bermain game berat saat sedang dicas karena dapat meningkatkan suhu perangkat.
  6. Jangan meninggalkan HP di tempat yang sangat panas, seperti di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari.
  7. Aktifkan fitur perlindungan baterai jika tersedia pada perangkat Anda.

Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan

Beberapa kebiasaan berikut masih sering dilakukan pengguna:

  • Menunggu baterai benar-benar habis sebelum mengisi daya.
  • Menggunakan charger murah yang kualitasnya tidak jelas.
  • Bermain game sambil fast charging.
  • Membiarkan HP terlalu panas saat proses pengisian.
  • Selalu mengisi daya hingga 100 persen padahal tidak diperlukan.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut dapat mempercepat penurunan kapasitas baterai dibandingkan sekadar mengisi daya saat baterai berada di angka 40 persen.

Jadi, Saat 40% Apakah HP Boleh Di Cas?

Jawabannya ya, sangat boleh.

Bahkan, mengisi daya ketika baterai berada di angka 40 persen merupakan salah satu kebiasaan yang baik untuk menjaga kesehatan baterai lithium-ion.

Tidak ada keharusan menunggu baterai hingga habis. Justru, mempertahankan level baterai di kisaran 20–80 persen dapat membantu memperpanjang usia pakai baterai dalam jangka panjang.

Yang tidak kalah penting adalah menggunakan charger berkualitas, menghindari panas berlebih saat mengisi daya, serta memanfaatkan fitur perlindungan baterai yang telah disediakan oleh produsen smartphone.

Dengan menerapkan kebiasaan tersebut, performa baterai akan tetap optimal sehingga smartphone dapat digunakan lebih lama tanpa mengalami penurunan kapasitas yang signifikan.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement
Baca juga:  Bill Gates Bantah Tuduhan Dalam ‘Epstein Files’, Akui Menyesal Pernah Mengenal Jeffrey Epstein