Rumor Prototipe Handset AI SpaceX Mencuat di Kalangan Investor, Ini Respons Elon Musk
BEVERLY HILLS, CALIFORNIA - 6 Mei: Elon Musk, salah satu pendiri Tesla dan SpaceX serta pemilik X Holdings Corp., berbicara di Konferensi Global Milken Institute di Hotel Beverly Hilton, pada 6 Mei 2024 di Beverly Hills, California. Konferensi global tahunan ke-27 ini mengeksplorasi berbagai topik, mulai dari kebangkitan AI generatif hingga tren kendaraan listrik dan menampilkan peserta, bintang sepak bola David Beckham dan aktor Ashton Kutcher. (Foto oleh Apu Gomes/Getty Images)
Newestindonesia.co.id, Chief Executive Officer (CEO) SpaceX, Elon Musk, memberikan bantahan keras terkait laporan yang menyebutkan bahwa perusahaannya tengah mengembangkan perangkat keras atau gadget berbasis kecerdasan buatan (AI). Kabar mengenai proyek rahasia tersebut sebelumnya sempat santer beredar setelah adanya laporan mengenai demonstrasi prototipe di hadapan para investor.
Melalui sebuah pernyataan resmi di platform media sosial X, miliarder yang baru saja dinobatkan sebagai triliuner pertama di dunia tersebut menegaskan bahwa rumor penyusunan perangkat itu tidak memiliki dasar kebenaran sama sekali.
“Sama sekali tidak benar,” tulis Musk dalam postingannya di X, seperti dikutip dari The Verge.
Isu mengenai eksistensi gadget AI ini pertama kali diembuskan oleh media finansial global, The Wall Street Journal (WSJ). Laporan tersebut mengeklaim bahwa SpaceX memamerkan sebuah prototipe perangkat genggam yang menyerupai handset kepada para investor. Momentum presentasi rahasia tersebut dilaporkan terjadi sesaat sebelum penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) saham internal perusahaan yang berlangsung pada Juni kemarin.
Berdasarkan bocoran dokumen dan informasi dari sumber-sumber di lingkaran investor, SpaceX sempat mengutarakan dalam forum tersebut bahwa perangkat yang dipamerkan masih berada dalam tahap pengembangan awal. Desain fisik maupun spesifikasi perangkat itu disebut-sebut masih bersifat dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah. Bahkan, para investor konon telah diberi tahu sejak awal bahwa produk tersebut tidak dijamin akan pernah diluncurkan secara komersial ke pasar global.
Spesifikasi Rumor: Lebih Tipis dari iPhone dan Berotak Snapdragon
Laporan WSJ secara mendalam sempat menguliti cetak biru dari gawai yang dirumorkan tersebut. Perangkat itu diklaim mengusung rancang bangun fisik yang lebih tipis dibandingkan dengan lini ponsel pintar besutan Apple, iPhone. Di sektor dapur pacu, sistem komputasi genggam itu dirumorkan mengandalkan chipset buatan Qualcomm, Snapdragon.
Tidak hanya itu, aspek yang paling menarik perhatian adalah fungsionalitas perangkat lunaknya. Gadget misterius SpaceX tersebut dilaporkan menjalankan sistem operasi (OS) mandiri yang dikembangkan secara internal, serta terintegrasi secara penuh dengan ekosistem kecerdasan buatan dari xAI—perusahaan kecerdasan buatan lain yang juga didirikan oleh Elon Musk. Salah satu fitur utama yang dijanjikan dalam rumor tersebut adalah integrasi langsung dengan chatbot AI populer, Grok.
Rekam Jejak Pandangan Musk Terhadap Bisnis Ponsel Pintar
Sikap skeptis Elon Musk terhadap industri telepon pintar atau gawai personal sebenarnya bukan hal yang baru. Meski tidak pernah menutup rapat-rapat segala kemungkinan di masa depan, Musk berulang kali menunjukkan keengganannya untuk terjun ke dalam kompetisi pasar ponsel pintar yang sudah jenuh.
Dalam sebuah acara yang diselenggarakan di Pennsylvania tahun lalu, Musk bahkan melontarkan sebuah pernyataan sarkastik yang menegaskan ketidaktertarikannya untuk memproduksi ponsel sendiri secara sengaja. Musk mengatakan ide membuat smartphone “membuat saya ingin mati.”
“Jika kami harus membuat smartphone, kami akan melakukannya, tapi kami tidak akan berupaya untuk membuat smartphone,” ujar Musk saat itu.
Spekulasi mengenai ekspansi hardware seluler ini juga bukan kali pertama menerpa SpaceX. Pada Februari lalu, kantor berita Reuters sempat meluncurkan laporan yang menyebut bahwa SpaceX sedang menggarap smartphone khusus yang dibekali kemampuan untuk terhubung secara langsung (direct-to-cell) ke konstelasi jaringan internet satelit Starlink. Sama seperti insiden kali ini, rumor tersebut langsung mentah setelah dibantah secara lugas oleh Musk.
Arah Strategis Bisnis: Layanan Seluler dan Spekulasi Korporasi
Kendati Musk membantah keras perihal produksi gadget mandiri, perbincangan di tingkat internal perusahaan mengenai penetrasi ke sektor telekomunikasi seluler tampaknya memang sedang berlangsung. Bulan lalu, Financial Times melaporkan pernyataan dari Chief Operating Officer (COO) SpaceX, Gwynne Shotwell.
Dalam pertemuan dengan investor, Shotwell mengonfirmasi bahwa perusahaan memang sedang mempertimbangkan secara serius untuk merilis layanan seluler komersial di wilayah Amerika Serikat. Layanan ini nantinya akan memanfaatkan infrastruktur jaringan dari satelit internet Starlink yang saat ini menjadi satu-satunya lini bisnis SpaceX yang telah mencatatkan keuntungan finansial (profitable).
Melihat ambisi konektivitas satelit tersebut, sejumlah analis pasar modal berspekulasi bahwa SpaceX kemungkinan besar tidak akan membangun perangkat keras atau jaringan dari nol. Sebaliknya, opsi yang dinilai lebih rasional bagi korporasi adalah melakukan akuisisi strategis terhadap operator seluler raksasa yang sudah mapan, seperti T-Mobile.
(DAW)
