Tak Sengaja Pecahkan Batu, Dua Anak Ini Temukan Fosil Langka

0
fosil-jangkrik-yang-diperkirakan-berusia-300-ribu-tahun-1775727842981

Fosil jangkrik yang diperkirakan berusia 300 ribu tahun Foto: Dok. Hiroaki Aiba/Jurnal Paleontological Research

Newestindonesia.co.id, Penemuan fosil biasanya identik dengan penelitian panjang oleh ilmuwan berpengalaman. Namun kisah berbeda datang dari Jepang, ketika dua siswa sekolah dasar justru berhasil menemukan fosil jangkrik yang diperkirakan berusia sekitar 300.000 tahun.

Dilansir The Japan Times, Dua siswa tersebut adalah Maho Shinomiya (11) dan adiknya, Yuno Shinomiya (8), yang berasal dari Higashikurume, Tokyo. Mereka menemukan fosil tersebut secara tidak sengaja dari sebuah batu suvenir yang sebelumnya dibeli sebagai koleksi.

Ketertarikan keduanya terhadap fosil rupanya sudah tumbuh sejak lama. Hal itu dipengaruhi oleh sang ibu, Chika, yang memiliki hobi mengoleksi berbagai spesimen fosil. Dari koleksi tersebut, mereka mulai tertarik memahami bagaimana makhluk hidup dapat “berubah menjadi batu”.

Penemuan tak terduga ini bermula ketika mereka memecahkan batu suvenir yang dibeli dari Konoha Fossil Museum. Saat batu itu terbelah di balkon rumah mereka, terlihat bentuk yang menyerupai kepala serangga di dalamnya.

Menyadari potensi temuan tersebut, sang ibu segera menghubungi ahli fosil serangga, Hiroaki Aiba, yang juga merupakan dosen tamu di Keio Gijuku. Spesimen tersebut kemudian dikirim untuk diteliti lebih lanjut.

Fosil Utuh yang Sangat Langka

Hasil analisis menunjukkan bahwa fosil tersebut merupakan jangkrik jantan berukuran besar dengan panjang sekitar 62 milimeter. Temuan ini tergolong langka karena sebagian besar fosil jangkrik yang pernah ditemukan biasanya hanya berupa bagian sayap, bukan tubuh utuh.

Selain itu, fosil ini diketahui berasal dari era Pleistosen Tengah, menjadikannya berusia sekitar 300 ribu tahun.

Temuan ini menjadi perhatian karena memberikan gambaran penting tentang evolusi serangga, khususnya jangkrik, di masa lampau. Keutuhan bentuk fosil memungkinkan para ilmuwan mempelajari struktur tubuh secara lebih detail dibandingkan temuan sebelumnya yang fragmentaris.

Baca juga:  Apa Itu Toddler? Penjelasan Lengkap Tentang Usia Emas Pertumbuhan Anak

Penemuan oleh dua siswa sekolah dasar ini sekaligus menunjukkan bahwa rasa ingin tahu dan ketertarikan terhadap sains dapat membuka peluang besar, bahkan dari hal sederhana seperti batu suvenir.

(DAW)

Tinggalkan Balasan