Newestindonesia.co.id, Harga bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Vivo mengalami perubahan pada Mei 2026. Kenaikan paling signifikan terjadi pada produk Diesel Primus yang kini dibanderol hingga Rp 30.890 per liter.
Dilansir melalui detikFinance (2/5), Berdasarkan informasi yang diunggah melalui akun Instagram resmi @spbuvivo pada Sabtu (2/5/2026), harga BBM jenis Revvo 92 masih dipertahankan di level Rp 12.390 per liter. Namun, untuk Diesel Primus terjadi lonjakan harga yang cukup drastis dibandingkan bulan sebelumnya.
Sebelumnya, Diesel Primus dijual seharga Rp 14.610 per liter. Dengan penyesuaian terbaru tersebut, harga BBM diesel Vivo naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 30.890 per liter.
Kenaikan harga ini terjadi setelah pada bulan sebelumnya SPBU Vivo tidak melakukan penyesuaian harga BBM. Kondisi tersebut sekaligus menjadikan Diesel Primus sebagai salah satu produk BBM nonsubsidi dengan harga tertinggi di pasar saat ini.
Sementara itu, harga BBM di SPBU Pertamina terpantau belum mengalami perubahan hingga awal Mei 2026. Mengacu pada laman resmi MyPertamina, harga yang berlaku masih sama seperti penyesuaian terakhir pada 18 April 2026.
Untuk wilayah Jakarta, Pertamax masih dijual Rp 12.300 per liter di SPBU dan Rp 12.200 per liter di Pertashop. Sedangkan Pertamax Green 95 tetap dipasarkan seharga Rp 12.900 per liter.
Namun, sejumlah produk BBM nonsubsidi Pertamina sebelumnya juga telah mengalami kenaikan harga. Pertamax Turbo misalnya, kini dipatok Rp 19.400 per liter, naik dari sebelumnya Rp 13.100 per liter.
Selain itu, Dexlite kini dijual Rp 23.600 per liter dari sebelumnya Rp 14.200 per liter. Adapun Pertamina Dex naik menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.
Di sisi lain, SPBU BP juga melakukan penyesuaian harga pada produk diesel mereka. BP Ultimate Diesel dilaporkan naik hingga Rp 25.560 per liter.
Penyesuaian harga BBM nonsubsidi sendiri mengacu pada kebijakan pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Sejumlah pihak menilai kenaikan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik global turut memengaruhi harga BBM di berbagai negara, termasuk Indonesia.
(DAW)
Dapatkan update berita terkini langsung di WhatsApp Anda.
Ikuti SekarangIngin publikasi berita mengenai personal, perusahaan, instansi? Hubungi marketing kami di WhatsApp


