Gempa M 6,7 Guncang Palu, 1 Warga Meninggal Dan 38 Orang Terluka
Foto: Rumah warga di Sigi rusak akibat gempa bumi M 6,7 yang berpusat di Palu. (dok. Istimewa)
Newestindonesia.co.id, Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,7 yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan puluhan warga mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, ratusan warga terdampak dan puluhan bangunan mengalami kerusakan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan korban meninggal dunia berasal dari Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah dengan dampak paling besar akibat gempa tersebut.
“Berdasarkan laporan yang dihimpun hingga pukul 19.00 WIB, satu warga dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sigi,” kata Abdul Muhari, Selasa (16/6) dikutip melalui detikNews.
Ia menjelaskan, proses pendataan yang masih berlangsung menunjukkan adanya peningkatan jumlah warga terdampak maupun kerusakan bangunan di sejumlah daerah.
“Hingga saat ini tercatat sekitar 110 kepala keluarga (KK) atau 312 jiwa terdampak akibat gempa,” ujarnya.
Sebanyak 38 Warga Mengalami Luka-Luka
BNPB mencatat total 38 warga mengalami luka-luka akibat gempa yang mengguncang Sulawesi Tengah tersebut. Dari jumlah itu, 25 orang mengalami luka ringan dan 13 lainnya menderita luka berat.
“Sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat,” kata Abdul Muhari.
Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Di daerah tersebut terdapat sekitar 89 kepala keluarga atau 272 jiwa yang terdampak.
Selain itu, sebanyak 22 warga di Kabupaten Sigi mengalami luka ringan, sedangkan 13 orang lainnya mengalami luka berat.
Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong mencatat 21 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa terdampak. Di Kota Palu terdapat dua warga yang mengalami luka ringan, sedangkan di Kabupaten Poso satu warga mengalami luka dan masih dalam proses pendataan lebih lanjut.
Puluhan Rumah dan Infrastruktur Mengalami Kerusakan
Seiring masuknya laporan dari lapangan, jumlah bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa terus bertambah. Data sementara menunjukkan sedikitnya 67 unit rumah terdampak.
Dari jumlah tersebut, 26 rumah mengalami rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah mengalami rusak berat. Selain rumah warga, kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas umum.
BNPB mencatat enam fasilitas ibadah, dua jembatan, satu fasilitas umum, dua gedung perkantoran, tiga tempat usaha, serta satu ruas jalan provinsi penghubung Palu-Sigi-Poso mengalami kerusakan akibat gempa.
Abdul Muhari menjelaskan kerusakan paling banyak ditemukan di Kabupaten Sigi.
“Kerusakan paling banyak dilaporkan berada di Kabupaten Sigi dengan 47 unit rumah terdampak, 23 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Di wilayah ini juga tercatat enam fasilitas ibadah terdampak, dua gedung perkantoran terdampak, satu jembatan terdampak, serta satu unit UMKM mengalami kerusakan,” bebernya.
BMKG Pastikan Gempa Tidak Berpotensi Tsunami
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
BMKG menyebut episenter gempa berada pada koordinat 1,03 derajat Lintang Selatan dan 120,24 derajat Bujur Timur atau sekitar 42 kilometer tenggara Palu dengan kedalaman 10 kilometer.
Hingga kini, proses pendataan korban maupun kerusakan akibat gempa masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
(DAW)