Purbaya Blak-blakan: Harga Minyak Bisa Tembus US$100, Tapi APBN Aman!

0
Menteri Keuangan Purbaya

Menyoroti pernyataan Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa terkait pemulihan ekonomi RI di Desember 2025 hingga bikin warga mudah cari kerja. (Foto: Dok. Kemenkeu)

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap stabil di tengah tekanan global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa defisit APBN masih berada dalam batas aman, yakni di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Ia menyebut, pemerintah telah menghitung berbagai skenario, termasuk jika harga minyak dunia melonjak signifikan.

“Kami selalu menjaga anggaran berkesinambungan dan dengan itu pun kami masih memiliki ruang untuk memberi bantalan terhadap gejolak perekonomian dunia,” ujar Purbaya dalam konferensi pers virtual, Selasa (31/3/2026) dikutip melalui detikFinance.

Menurutnya, APBN masih cukup kuat bahkan jika harga minyak rata-rata mencapai US$100 per barel hingga akhir tahun.

“Hitungan kita sekarang US$ 100 rata-rata sampai akhir tahun pun, anggaran kita tetap berkesinambungan dan defisitnya masih terkendali,” sambungnya.

Purbaya juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kondisi fiskal negara. Ia memastikan pemerintah memiliki kendali penuh terhadap pengelolaan anggaran.

“Tidak perlu khawatir defisitnya tidak terkendali dan anggarannya morat marit. Kita kendalikan dengan baik semuanya dan kita sudah hitung sampai dengan akhir tahun,” jelasnya.

Di tengah tekanan kenaikan harga energi global, pemerintah juga telah menyiapkan langkah efisiensi untuk menjaga kesehatan APBN. Salah satu kebijakan yang ditempuh adalah penghematan belanja negara, khususnya pada pos perjalanan dinas.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut efisiensi dilakukan cukup signifikan, yakni memangkas perjalanan dinas dalam negeri hingga 50% dan luar negeri hingga 70%.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga ruang fiskal tetap longgar, sehingga APBN dapat terus berfungsi sebagai bantalan ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Baca juga:  Bikin Kaget! Harga Emas Galeri24 Dan UBS Di Pegadaian Mendadak Melonjak

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui pengelolaan fiskal yang hati-hati, sekaligus memastikan program prioritas tetap berjalan tanpa mengganggu keseimbangan anggaran.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement

Tinggalkan Balasan