Pasca Dirut Mundur, Danantara Ungkap Dugaan Rekayasa Keuangan Di Pos Indonesia

suasana-pengiriman-paket-lewat-kantor-pos-indonesia-cabang-kudus-sabtu-842023_169

Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng

Harga Emas Hari Ini
Advertisement

Newestindonesia.co.id, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mengungkap temuan mengejutkan terkait kondisi internal PT Pos Indonesia. Melalui proses uji tuntas (due diligence) dan evaluasi menyeluruh, Danantara menemukan berbagai persoalan keuangan serta tata kelola yang terakumulasi selama bertahun-tahun, termasuk adanya indikasi dugaan rekayasa keuangan di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) logistik tersebut.

Pengumuman mengenai dugaan rekayasa keuangan ini mencuat ke publik tidak lama setelah Direktur Utama PT Pos Indonesia, Daud Joseph, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa indikasi penyimpangan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja. Saat ini, Danantara tengah mengambil langkah tegas dengan menindaklanjuti temuan tersebut melalui jalur resmi.

“PT Pos Indonesia saat ini memang sedang kami benahi secara menyeluruh. Dari proses due diligence dan evaluasi yang berjalan, kami menemukan berbagai persoalan keuangan dan tata kelola yang telah terakumulasi selama bertahun tahun. Kami juga menerima laporan serta menemukan indikasi berbagai penyimpangan, termasuk dugaan rekayasa keuangan,” ujar Rohan Hafas dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).

Rohan menambahkan bahwa proses penegakan tata kelola perusahaan yang bersih kini sedang berjalan. “Saat ini sedang ditindaklanjuti melalui mekanisme audit dan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku,” lanjutnya.

Komitmen Pembenahan Total

Danantara menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan tumpukan persoalan di PT Pos Indonesia satu per satu. Rohan memastikan bahwa pihaknya mengambil posisi zero tolerance atau tidak memberikan ruang sedikit pun bagi segala bentuk praktik yang merusak tata kelola perusahaan.

“Seluruh temuan akan ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan sesuai proses hukum. Prioritas kami adalah memastikan PT Pos Indonesia kembali menjadi perusahaan yang sehat, profesional, akuntabel, dan berintegritas, sehingga mampu menjalankan mandatnya secara optimal bagi masyarakat,” tegas Rohan.

Baca juga:  Harga Emas Hari Ini 14 April 2026 Naik Tipis, Simak Rinciannya Dari 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Di Balik Mundurnya Dirut Pos Indonesia

Sebelum isu rekayasa keuangan ini dibuka ke publik, Daud Joseph secara resmi telah mengajukan pengunduran diri dari posisi Direktur Utama PT Pos Indonesia pada Kamis, 2 Juli 2026. Surat pengunduran diri tersebut sebenarnya sudah diterima oleh pihak Danantara sejak Senin, 29 Juni 2026.

Pada awal masa tugasnya, Daud Joseph sebenarnya mengemban mandat besar untuk melakukan reformasi menyeluruh terhadap kondisi keuangan, operasional, tata kelola, dan organisasi perusahaan. Namun, setelah melakukan penilaian mendalam, ia memilih meletakkan jabatan atas alasan pribadi.

Rohan Hafas memaparkan bahwa berdasarkan asesmen internal yang dilakukan, Daud Joseph menilai kompleksitas masalah yang dihadapi PT Pos Indonesia memerlukan pendekatan baru dan sosok pemimpin dengan keahlian yang lebih spesifik untuk melanjutkan agenda restrukturisasi ke depan.

“Berdasarkan hasil asesmen tersebut, yang bersangkutan menyampaikan bahwa PT Pos Indonesia memerlukan revamp yang menyeluruh dan fundamental. Menurut beliau, kompleksitas persoalan yang dihadapi serta agenda restrukturisasi ke depan membutuhkan expertise yang lebih spesifik untuk memimpin fase transformasi berikutnya,” pungkas Rohan.

(DAW)

Berita Hukum Dan Kriminal
Advertisement